Bisnis

Tentara AS Diduga Trading Rahasia Untung Rp7,2 Miliar, Tersisa Ancaman 20 Tahun Penjara

Avatar of Sulsel Times
0
×

Tentara AS Diduga Trading Rahasia Untung Rp7,2 Miliar, Tersisa Ancaman 20 Tahun Penjara

Sebarkan artikel ini
Tentara AS Diduga Trading Rahasia Untung Rp7,2 Miliar, Tersisa Ancaman 20 Tahun Penjara
Tentara AS Diduga Trading Rahasia Untung Rp7,2 Miliar, Tersisa Ancaman 20 Tahun Penjara
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 25/10/2026 — Seorang tentara Amerika Serikat didakwa terkait dugaan perdagangan orang dalam yang diduga mengantongi keuntungan lebih dari US$400.000 atau sekitar Rp7,2 miliar.

Ringkasnya…
  • Gannon Ken Van Dyke diduga mengambil untung lebih dari US$400.000 atau sekitar Rp7,2 miliar dari aktivitas trading rahasia
  • Gannon Ken Van Dyke didakwa terkait operasi militer AS untuk menangkap Nicolás Maduro
  • Van Dyke diduga memasang 13 taruhan dengan nilai US$33.034 melalui Polymarket
  • Van Dyke didakwa dengan tiga tuduhan Commodity Exchange Act, satu penipuan wire, dan satu transaksi moneter ilegal
  • Setiap tuduhan memiliki hukuman maksimal antara 10 hingga 20 tahun penjara
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Van Dyke didakwa dalam kasus perdagangan orang dalam atau insider trading yang berkaitan dengan operasi militer AS untuk menangkap pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro.

Scroll Kebawah
Advertisement

Dari aktivitas tersebut, ia diduga mengantongi keuntungan lebih dari US$400.000 atau sekitar Rp7,2 miliar.

Melansir Financial Times, dakwaan federal mengungkap Van Dyke diduga memanfaatkan informasi sensitif mengenai operasi militer untuk memasang taruhan melalui Polymarket.

Van Dyke diduga memasang sekitar 13 taruhan dengan total nilai US$33.034.

Setelah meraih keuntungan sekitar US$409.881, Van Dyke disebut memindahkan sebagian besar dana ke brankas kripto luar negeri.

Dana tersebut kemudian dialihkan ke akun broker daring baru.

Menurut dakwaan, Van Dyke juga berupaya menyembunyikan identitasnya di pasar prediksi.

Hal ini diduga muncul setelah laporan aktivitas perdagangan tidak biasa yang terkait dengan kontrak Maduro di Polymarket.

Proses Penyidikan dan Dakwaan

Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menegaskan personel militer dipercaya mengelola informasi rahasia untuk menjalankan misi secara aman dan efektif.

Blanche menekankan penggunaan informasi tersebut untuk keuntungan pribadi merupakan pelanggaran serius.

Blanche juga menyebut akses luas terhadap pasar prediksi merupakan fenomena yang relatif baru.

Masih, hukum federal terkait perlindungan informasi keamanan nasional tetap berlaku penuh dalam konteks tersebut.

Van Dyke didakwa dengan tiga tuduhan pelanggaran Commodity Exchange Act, satu tuduhan penipuan wire, serta satu tuduhan transaksi moneter ilegal.

Setiap tuduhan memiliki ancaman hukuman maksimum antara 10 hingga 20 tahun penjara.

Kasus dan Tindak Lanjut

Kasus ini awalnya disidangkan di pengadilan federal North Carolina sebelum dialihkan ke pengadilan federal Manhattan.

Jaksa wilayah New York Selatan, Jay Clayton, menegaskan pasar prediksi bukan tempat untuk memanfaatkan informasi rahasia demi keuntungan pribadi.

Pihak Polymarket menyatakan telah mengidentifikasi pengguna yang berdagang menggunakan informasi pemerintah yang bersifat rahasia.

Platform tersebut kemudian melaporkan kasus ini ke Departemen Kehakusan dan bekerja sama dalam penyelidikan.

Van Dyke belum dapat dihubungi untuk memberikan komentar dan belum ada informasi terkait penasihat hukumnya.

Pentagon mengarahkan pertanyaan kepada Angkatan Darat AS, yang juga belum memberikan tanggapan.

Kasus ini masih berada dalam proses hukum dan penyelidikan.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *