Sulseltimes.com, Cilegon, Sabtu, 24 Oktober 2026 — ASDP Cabang Merak menargetkan pengapungan KMP Batumandi dimulai pekan depan sambil menjajaki pelaksana yang akan menangani kapal tersebut.
- ASDP menargetkan pengapungan mulai pekan depan
- Dua calon pelaksana tambahan meninjau kapal pada 23 Oktober
- Galangan di Bojonegara dan Lampung menjadi opsi
- Penarikan kapal menunggu pengapungan
- Penyebab kebakaran masih diinvestigasi
General Manager ASDP Merak Umar Imran Batubara menjelaskan di Cilegon pada Jumat, 23 Oktober 2026, bahwa rencana teknis diharapkan lebih jelas dalam dua hingga tiga hari.
Dua calon pelaksana tambahan meninjau kapal pada hari itu, menyusul survei yang sebelumnya dilakukan satu pihak.
Target tersebut masih berupa rencana, sementara pelaksana dan kebutuhan teknis pengapungan sedang disiapkan.
Dua opsi galangan dipertimbangkan
Setelah kapal terapung, ASDP akan berkoordinasi untuk menariknya ke galangan.
Pilihan yang dipertimbangkan berada di Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, dan Lampung.
Penentuan lokasi melibatkan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan serta Kepolisian Perairan dan Udara dengan mempertimbangkan kondisi kapal.
Umar menyebut perawatan pada Maret lalu terbatas pada pintu rampa, sedangkan penyebab insiden tetap menunggu pemeriksaan pihak berwenang.
Pendataan penumpang tetap dikawal
Dalam keterangan Kementerian Perhubungan pada Jumat, 23 Oktober 2026, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa KNKT akan menginvestigasi penyebab kebakaran kapal.
Kemenhub juga meminta ASDP dan Jasa Raharja mendata seluruh penumpang secara cermat untuk mendukung pemenuhan hak mereka.
Penumpang terdampak diminta memantau informasi resmi ASDP mengenai mekanisme klaim kerugian.









