Sulseltimes.com, Cilegon, Kamis, 22 Oktober 2026 — PT ASDP Indonesia Ferry memastikan penyeberangan Merak–Bakauheni tetap berjalan normal dengan mengoperasikan kapal pengganti setelah kebakaran KMP Batumandi.
- Layanan Merak–Bakauheni tetap berjalan
- Insiden terjadi pada 20 Oktober 2026
- ASDP dan Kementerian Perhubungan
- Keterangan operasional disampaikan pada 21 Oktober 2026
- Kapal pengganti melayani Dermaga Eksekutif Merak
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan kepastian operasional tersebut pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Armada pengganti digunakan untuk melayani penumpang di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak setelah KMP Batumandi mengalami kebakaran sehari sebelumnya.
Penyeberangan dilayani kapal pengganti
Keterangan ASDP menegaskan bahwa insiden pada satu armada tersebut tidak menghentikan pelayanan lintasan yang menghubungkan Banten dengan Lampung.
KMP Batumandi terbakar ketika berada di alur masuk penyeberangan Merak setelah berangkat dari Pelabuhan Bakauheni pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Kementerian Perhubungan dalam keterangan resminya pada 21 Oktober 2026 menyatakan seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat.
Penanganan melibatkan unsur pelabuhan, kapal penolong, Basarnas, kepolisian, serta instansi terkait.
Penyebab kebakaran masih diperiksa
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan penyebab kebakaran masih dalam investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi dan kepolisian.
Ia meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan sebelum menyimpulkan penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab.
“Kita serahkan proses investigasi kepada pihak yang berwenang,” ujar Dudy dalam keterangan Kementerian Perhubungan.
Menurut Dudy, hasil investigasi harus menjadi dasar penentuan penyebab dan langkah perbaikan keselamatan pelayaran.
Kementerian Perhubungan menyatakan koordinasi penanganan dan evaluasi keselamatan terus dilakukan sesuai kewenangan masing-masing instansi.







