Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 25/10/2026 — Sembilan perusahaan sedang dalam antrean pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana atau IPO.
- Sembilan perusahaan berada dalam pipeline pencatatan saham BEI
- Empat calon emiten berasal dari sektor kesehatan
- Satu perusahaan memiliki aset di bawah Rp50 miliar
- Tujuh perusahaan telah melantai tahun ini
- Total dana IPO tahun ini mencapai Rp2,16 triliun
Berdasarkan data BEI, sembilan perusahaan tersebut masuk dalam daftar pipeline pencatatan saham. Calon emiten ini berasal dari berbagai sektor usaha dengan nilai aset yang bervariasi.
“Hingga saat ini, terdapat 9 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” tulis laporan BEI.
Klasifikasi Aset Calon Emiten
Berdasarkan klasifikasi aset yang mengacu pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, satu perusahaan memiliki aset skala kecil atau di bawah Rp50 miliar. Lima perusahaan masuk kategori aset skala menengah dengan nilai antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Tiga perusahaan lainnya tergolong memiliki aset skala besar atau di atas Rp250 miliar.
Distribusi Sektor Usaha
Sektor kesehatan mendominasi antrean IPO dengan jumlah empat perusahaan. Terdapat masing-masing dua perusahaan dari sektor bahan baku dan energi, serta satu perusahaan dari sektor keuangan.
Selama tahun ini, BEI mencatat tujuh perusahaan telah resmi melantai di bursa melalui IPO. Dari tujuh perusahaan tersebut, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.
BEI menyebut telah tercatat tujuh perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dengan dana dihimpun Rp2,16 triliun.
BEI terus mencatat perkembangan pipeline pencatatan saham.















