Sulseltimes.com, Makassar, Jumat, 04/09/2026 — Tim kesehatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melayani 315 pasien dalam misi kemanusiaan pascagempa bermagnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
- Tim kesehatan Pemprov Sulsel layani 315 pasien pascagempa
- Magnitudo 7,7 guncang kawasan Flores
- Dipimpin Kepala Dinkes Sulsel dr. Evi Mustikawati Arifin
- Pelayanan di RS Lapangan dan Desa Nati, Manggarai
- Dukungan arahan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wagub Fatmawati Rusdi
Pelayanan kesehatan tersebut merupakan bagian dari respons kemanusiaan setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan Flores. Aktivitas gempa susulan masih terjadi sehingga dukungan pelayanan kesehatan tetap diperlukan di wilayah terdampak.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah memperpanjang status tanggap darurat gempa Flores.
Tim kesehatan Sulsel dalam misi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dr. Evi Mustikawati Arifin. Pelaksanaan pelayanan dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.
Pelayanan di Dua Lokasi
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, tim kesehatan Pemprov Sulsel memberikan dukungan pelayanan pada dua lokasi yakni Rumah Sakit Lapangan dan wilayah kerja Puskesmas Ketang khususnya Desa Nati.
Di Rumah Sakit Lapangan, tim Sulsel memperkuat pelayanan spesialistik dan tindakan operatif sesuai kebutuhan pasien. Sementara itu, pelayanan di Desa Nati dilakukan secara langsung untuk menjangkau masyarakat di tingkat desa.
“Pembagian tim dilakukan untuk menyesuaikan dukungan tenaga kesehatan dengan kebutuhan pelayanan di lapangan. Dengan pola tersebut, dukungan kesehatan tidak hanya terpusat di fasilitas pelayanan, tetapi juga menjangkau masyarakat di tingkat desa,” kata dr. Evi Mustikawati Arifin, Jumat, 04/09/2026.
209 Pasien di RS Lapangan
Di Rumah Sakit Lapangan, tim kesehatan Sulsel diperkuat empat dokter spesialis masing-masing spesialis penyakit dalam, paru, anak, dan bedah. Mereka didukung tenaga perawat, farmasi, anestesi, serta tenaga kesehatan lainnya.
Sebanyak 209 pasien mendapatkan pelayanan spesialistik. Tim juga menangani sejumlah tindakan operatif dan prosedur medis sesuai kebutuhan pasien antara lain tiga operasi sesar, satu kuretase, penanganan kasus patah tulang lengan atas, trauma dada, serta penanganan luka akut.
106 Pasien di Desa Nati
Tim yang bertugas di Desa Nati terdiri atas satu dokter dan dua perawat dengan dukungan tenaga kesehatan Puskesmas Ketang. Pelayanan di desa tersebut meliputi pemeriksaan dan konsultasi dokter, penanganan sesuai kondisi pasien, serta pemberian obat gratis sesuai kebutuhan medis.
Pelayanan di Desa Nati menjangkau 106 pasien. Berdasarkan hasil pelayanan, keluhan yang paling banyak ditemukan antara lain nyeri pinggang sebanyak 29 kasus, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) 20 kasus, myalgia 18 kasus, hipertensi 11 kasus, dan dispepsia 10 kasus.
Tim juga menemukan sejumlah kasus yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut antara lain suspek BPH, stroke, suspek bronkopneumonia, dan suspek batu saluran kemih.
“Kasus-kasus tersebut ditindaklanjuti atau dirujuk sesuai kebutuhan medis,” jelas Evi.
Dari dua lokasi pelayanan tersebut, total 315 pasien mendapatkan layanan kesehatan dari tim Pemprov Sulsel. Pelayanan tersebut turut menjangkau warga lanjut usia yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan. Sejumlah warga bahkan telah mengantre sejak pagi untuk mendapatkan pelayanan dari tim kesehatan.
Kehadiran tim di tingkat desa menjadi bagian dari respons kemanusiaan pascagempa sekaligus memperluas jangkauan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan secara langsung.
Melalui pelayanan tersebut, Pemprov Sulsel atas arahan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi turut mendukung upaya penanganan kesehatan masyarakat pascagempa melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan setempat.















