Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 22/10/2026 — Waskita Karya records Rp8.13 triliun pendapatan pada Januari–September 2026, naik 53,73% YoY.
- Pendapatan Rp8,13 triliun pada periode Januari–September 2026, naik 53,73% YoY
- Pendapatan jasa konstruksi naik 71,5% menjadi Rp6,45 triliun
- Pencapaian proyek pemerintah mencapai Rp3,9 triliun
- Pembayaran pinjaman bank jangka panjang meningkat 78,18% menjadi Rp701,39 miliar
- Hutang perusahaan turun 20,8% menjadi Rp66,5 triliun sejak akhir 2023
Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif tersebut seiring melanjutkan strategi penguatan kinerja keuangan. Sekretaris Perusahaan Steven Subiantoro mengatakan, capaian itu mencerminkan perbaikan operasional yang solid di tengah upaya restrukturisasi keuangan. “Demi memperkuat struktur keuangan, Waskita telah menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA) pada 2024 oleh 21 bank,” ujarnya pada Kamis, 22/10/2026.
Rincian pertumbuhan pendapatan
Total pendapatan perusahaan naik menjadi Rp8,13 triliun pada periode sembilan bulan, melampaui Rp5,29 triliun yang dicatatkan pada periode sama tahun 2025. Jasa konstruksi menyumbang Rp6,45 triliun, naik 71,5% dari tahun sebelumnya. Realisasi proyek pemerintah menyumbang Rp3,9 triliun dari total pendapatan.
Progres restrukturisasi
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang naik menjadi Rp701,39 miliar, meningkat 78,18% dari sebelumnya Rp393,65 miliar. Perusahaan juga berhasil mengurangi total hutangnya sebesar 20,8% menjadi Rp66,5 triliun sejak akhir 2023. Steven menambahkan, perseroan akan terus berupaya melunasi kewajiban agar beban keuangan dapat ditekan lebih lanjut.
Perbaikan kinerja tersebut menunjukkan bahwa restrukturisasi finansial berjalan seiring dengan perbaikan operasional, menempatkan Waskita untuk kembali ke bisnis inti sebagai kontraktor murni.







