Bisnis

Mimpi Pendiri Bentoel Ong Hok Liong Lahirkan Nama Merek Rokok Terkemuka

Avatar of Sulsel Times
0
×

Mimpi Pendiri Bentoel Ong Hok Liong Lahirkan Nama Merek Rokok Terkemuka

Sebarkan artikel ini
Mimpi Pendiri Bentoel Ong Hok Liong Lahirkan Nama Merek Rokok Terkemuka
Mimpi Pendiri Bentoel Ong Hok Liong Lahirkan Nama Merek Rokok Terkemuka
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 18/10/2026 — Pemilihan nama rokok Bentoel berasal dari mimpi pendirinya Ong Hok Liong saat berziarah ke makam Mbah Djunggo di Gunung Kawi.

Menurut Rudy Badil dalam Kretek Jawa: Gaya Hidup Lintas Budaya (2011:107), nama awal Strootjes-Fabriek Ong Hok Liong diubah menjadi Hien An Kongsie.

Scroll Kebawah
Advertisement

Menurut George Quinn dalam Bandit Saints of Java (2019), ketika Ong Hok Liong meninggal pada 1967, Bentoel telah tumbuh menjadi produsen rokok pribumi terbesar kedua di Indonesia.

Perjalanan nama dan perubahan struktur

Pada awal 1930-an, Ong Hok Liong bersama Tjoa Sioe Bian mendirikan pabrik rokok di Malang yang awalnya bernama Strootjes-Fabriek Ong Hok Liong. Nama tersebut kemudian diubah menjadi Hien An Kongsie sebelum berkembang menjadi merek rokok tjap Burung, tjap Klabang, dan Djeroek Manis.

Pada tahun 1951 nama perusahaan berubah menjadi NV Pertjetakan Liem An, dan tiga tahun later, tepatnya pada 1954, beralih menjadi PT Perusahaan Rokok Tjap Bentoel setelah Ong Hok Liong mengalami mimpi saat berziarah ke makam Mbah Djunggo di sekitar Gunung Kawi, di mana ia melihat ubi talas dan mendapat petunjuk untuk mengganti nama pabriknya menjadi Bentoel, yang merupakan bentul dalam bahasa Jawa sebelum Ejaan Yang Disempurnakan (1973).

Kemandirian dan tantangan finansial

Sebelum 1960-an, Bentoel mampu mencari hingga 3.000 orang karyawan dan menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Ketika Ong Hok Liong meninggal pada 1967, ia meninggalkan sebuah multi-jutawan dan perusahaan telah menempati posisi produsen rokok pribumi terbesar kedua di negara.

Namun, Bentoel tidak mampu membayar pinjaman kepada BRI dan Bank Bumi Daya, sehingga utang awalnya sebesar US$170 juta kemudian meningkat menjadi US$350 juta karena hutang kepada kreditor asing. Akibatnya, 70% saham keluarga Ong Hok Liong dijual, yang berhasil diperoleh oleh Peter Sondakh dan Rajawali Wira Bhakti Utama, sementara Hutomo Mandala Putra tidak berhasil menaklukkan paket saham tersebut.

Pada 1997, aset Bentoel dialihkan ke perusahaan baru bernama PT Bentoel Prima, sementara PT Perusahaan Rokok Tjap Bentoel dibubarkan. Tahun 2000, PT Bentoel Prima berubah nama menjadi PT Bentoel Internasional Investama Tbk, dan saat ini British American Tobacco memegang 92,48% sahamnya, sisanya dipegang oleh masyarakat.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *