Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 24/10/2026 — Volvo Cars mencatat kerugian operasional 3,7 miliar krona pada kuartal III-2026, saham anjlok 24%, dan perusahaan mengumumkan pemangkasan 2.500 pekerjaan.
- Kerugian operasional 3,7 miliar krona
- Saham anjlok 24% ke level terendah
- Penggunaan kas dua kali lipat menjadi 8,9 miliar krona
- Pemangkasan 2.500 pekerjaan sebagian besar di Swedia
- Margin kotor turun menjadi 14,7%
Kerugian tersebut berbalik dari laba 5,8 miliar krona pada periode yang sama tahun sebelumnya dan jauh melebihi konsensus pasar sebesar 724 juta krona.
Saham Volvo Cars (VOLCARb.ST) anjlok 24% pada penutupan perdagangan Jumat, membawa nilai saham ke level terendah sepanjang sejarah.
Perusahaan menghabiskan kas sekitar 8,9 miliar krona, dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Volvo mengumumkan pemangkasan tambahan 2.500 pekerjaan, sebagian besar di Swedia, sebagai bagian dari upaya pengurangan biaya.
Kinerja Keuangan Memprihatinkan
Margin kotor perusahaan turun menjadi 14,7% pada kuartal III, dibandingkan 20,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan kuartal ketiga turun hampir 50%, sementara perusahaan membatalkan proyeksi volume penjualan dan arus kas untuk setahun penuh.
Volvo menyatakan akan memprioritaskan margin dibandingkan pangsa pasar di pasar utamanya, China, di tengah perang harga yang sengit dengan pesaing domestik.
Tantangan dan Rencana Pemulihan
CEO Hakan Samuelsson mengatakan kuartal III sangat mengecewakan dan rencana pemulihan perlu diperkuat secara tegas.
Samuelsson, yang kembali dari masa pensiun pada 2025, mengatakan pemangkasan tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan 2027, meskipun dia tidak menutup kemungkinan langkah tambahan.
Mantan bos Skoda, Klaus Zellmer, akan menggantikan Samuelsson tahun depan dan diharapkan menghentikan kemerosotan merek.
Produksi model listrik EX60 mengalami penundaan signifikan akibat kendala perakitan baterai, hanya sekitar 5.000 unit dari target 40.000 unit.
Volvo masih memiliki kas lebih dari 30 miliar krona, tetapi analis mencatat bahwa jika kondisi berlanjut, perusahaan mungkin perlu tambahan modal.
Perusahaan induk Geely dari China memberikan keuntungan dari teknologi dan struktur biaya yang lebih rendah.
Volvo juga perlu memangkas biaya tambahan sebesar 5 miliar krona.







