Bisnis

OJK: Pasar Modal RI Resilen Berkat Investor Ritel Domestik

Avatar of Sulsel Times
0
×

OJK: Pasar Modal RI Resilen Berkat Investor Ritel Domestik

Sebarkan artikel ini
OJK: Pasar Modal RI Resilen Berkat Investor Ritel Domestik
OJK: Pasar Modal RI Resilen Berkat Investor Ritel Domestik
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 10/06/2026 — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pasar modal Indonesia tetap resilien meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih rawan koreksi. Kondisi ini ditopang oleh peningkatan signifikan jumlah investor ritel domestik.

Ringkasnya…
  • Resiliensi pasar modal Indonesia
  • 26,49 juta investor per April 2026
  • Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK
  • Jakarta, Rabu 10 Juni 2026
  • Penguatan literasi dan perlindungan investor menjadi fokus ke depan
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Dominasi Investor Ritel

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan struktur pasar modal Indonesia tetap menunjukkan resiliensi karena ditopang oleh basis investor domestik, khususnya investor ritel yang terus meningkat.

“Struktur pasar modal Indonesia tetap menunjukkan resiliensi karena ditopang oleh basis investor domestik khususnya investor retail yang terus meningkat,” kata Friderica dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu, 10/06/2026.

Jumlah investor pasar modal terus meningkat dari 12,17 juta di tahun 2023 menjadi 26,49 juta pada April 2026.

Dominasi investor individu sangat kuat, yaitu sekitar 26,43 juta investor per April 2026.

Jumlah ini jauh lebih besar dibanding korporasi dan reksadana.

Meskipun demikian, investor aktif harian baru sekitar 248 ribu investor per April 2026.

Porsi investor aktif harian terhadap total investor sekitar 1,69 persen.

Fokus OJK ke Depan

Friderica menambahkan OJK akan terus memperkuat literasi, perlindungan investor, integritas pasar, serta pendalaman produk.

Hal ini agar pertumbuhan investor yang besar tidak hanya menjadi angka kuantitatif, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan pasar modal nasional yang semakin sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

“Ke depan tentunya OJK akan terus memperkuat literasi, pelindungan investor, integritas pasar, serta pendalaman produk agar pertumbuhan investor yang besar ini tidak hanya menjadi angka kuantitatif tetapi juga menjadi fondasi ketahanan pasar modal nasional yang semakin sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” tutup Friderica.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *