AITeknologi

F5 Luncurkan AI Security Platform Tangkal Shadow AI

Avatar of Sulsel Times
0
×

F5 Luncurkan AI Security Platform Tangkal Shadow AI

Sebarkan artikel ini
F5 Luncurkan AI Security Platform Tangkal Shadow AI
F5 Luncurkan AI Security Platform Tangkal Shadow AI
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Selasa, 21/07/2026 — F5 merilis AI Security Platform untuk mengamankan ekosistem AI enterprise dan mengatasi fenomena shadow AI.

Ringkasnya…
  • F5 merilis AI Security Platform
  • Mengamankan aplikasi, model, AI agent, dan API
  • Mengakuisisi SurePath AI untuk deteksi shadow AI
  • 88 persen organisasi hadapi tantangan keamanan AI
  • Proteksi runtime mencapai 98,2 persen efektivitas
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Platform Keamanan AI untuk Enterprise

Perusahaan keamanan aplikasi dan layanan cloud asal Amerika F5 memperkenalkan platform keamanan baru bernama F5 AI Security Platform.

Scroll Kebawah
Advertisement

Platform ini dirancang membantu perusahaan mengamankan penggunaan kecerdasan buatan di lingkungan enterprise.

F5 menyatakan platform memberikan visibilitas, tata kelola, dan perlindungan berkelanjutan terhadap seluruh ekosistem AI perusahaan.

Cakupan meliputi aplikasi AI, model AI, AI agent, hingga application programming interface (API) yang menghubungkan semuanya.

AI agent adalah sistem AI yang mampu menjalankan tugas secara mandiri dengan sedikit intervensi manusia.

Kebutuhan solusi ini muncul seiring semakin luasnya adopsi AI di perusahaan.

Sistem AI memiliki tingkat akses, otonomi, dan kecepatan lebih tinggi dibanding aplikasi konvensional sehingga menghadirkan risiko baru.

Risiko tersebut antara lain prompt injection, kebocoran data sensitif, hingga AI agent bertindak di luar batas kewenangan.

Fenomena shadow AI juga mulai dihadapi perusahaan yaitu penggunaan layanan AI karyawan tanpa persetujuan organisasi.

Menurut laporan 2026 State of Application Strategy (SOAS) yang dikutip F5 sebanyak 88 persen organisasi mengaku menghadapi tantangan operasional atau keamanan terkait AI.

Chief Product Officer F5 Kunal Anand menilai sebagian besar solusi keamanan AI saat ini masih berfokus pada pelapis chatbot bukan sistem keamanan sesungguhnya.

“Enterprise menjalankan AI di dalam jaringan yang diawasi ketat oleh regulasi tertentu di balik API dan di AI agent yang melakukan autentikasi serta bertindak secara mandiri,” kata Anand, Selasa, 21/07/2026.

“F5 AI Security Platform memberikan kendali berkelanjutan atas setiap model AI agent dan API di mana pun AI tersebut dijalankan,” imbuhnya.

Akuisisi SurePath AI Perkuat Visibilitas

Untuk memperkuat platform tersebut F5 mengakuisisi SurePath AI startup pengembang teknologi network-based AI discovery.

Teknologi ini memungkinkan perusahaan mendeteksi penggunaan AI di seluruh jaringan termasuk layanan AI tanpa izin tanpa harus memasang integrasi langsung pada setiap aplikasi.

SurePath AI bekerja dengan menganalisis lalu lintas jaringan sehingga tim keamanan mengetahui aplikasi AI apa saja yang digunakan tujuan penggunaannya hingga hubungan AI agent dengan berbagai layanan.

Informasi tersebut diteruskan ke F5 AI Security Platform untuk dianalisis lebih lanjut menguji potensi risiko dan menerapkan perlindungan yang sesuai.

F5 menyebut pendekatan ini memungkinkan perusahaan memperoleh visibilitas aktivitas AI tanpa perlu mengubah arsitektur aplikasi yang sudah ada.

Empat Kemampuan Utama Platform

F5 AI Security Platform dibangun di atas empat kemampuan utama yang bekerja secara berkelanjutan.

Pertama AI governance membantu organisasi menerjemahkan kebijakan keamanan privasi dan regulasi menjadi aturan yang dapat diterapkan pada AI termasuk prompt keluaran penggunaan tools dan akses data.

Kedua AI discovery memberikan visibilitas terhadap seluruh aplikasi AI AI agent dan aktivitas di lingkungan perusahaan baik yang disetujui maupun yang belum mendapat izin.

Ketiga AI security testing yaitu kemampuan menguji sistem AI terhadap lebih dari 140.000 pola serangan yang terdapat dalam basis data ancaman AI milik F5 sebelum sistem digunakan di lingkungan produksi.

Keempat AI runtime protection menerapkan guardrail atau pembatas perilaku AI saat sistem sedang berjalan.

Menurut F5 dalam pengujian independen fitur ini mampu memblokir prompt injection otonomi AI agent yang berlebihan dan kebocoran data dengan tingkat efektivitas mencapai 98,2 persen.

Seluruh kemampuan didukung fitur AI observability yaitu pencatatan menyeluruh atas setiap interaksi AI sehingga perusahaan memiliki rekam jejak audit untuk kepatuhan investigasi insiden maupun pengawasan.

Kesiapan Menghadapi Agentic AI

F5 menyatakan AI Security Platform dapat diterapkan di berbagai lingkungan infrastruktur mulai dari on-premises air-gapped private cloud hybrid cloud hingga public cloud.

Kemampuan tersebut dinilai penting bagi organisasi di sektor regulasi ketat seperti layanan keuangan pemerintahan atau industri dengan persyaratan data residency dan data sovereignty.

F5 menilai kebutuhan visibilitas keamanan akan semakin meningkat seiring berkembangnya penggunaan AI agent.

Berdasarkan laporan SOAS 2026 sebanyak 98 persen organisasi kini bersiap mengadopsi agentic AI namun kecepatan adopsinya dinilai melampaui kesiapan sistem pengendalian.

Dalam kondisi tersebut satu kesalahan konfigurasi atau celah keamanan pada AI agent dapat berdampak lebih besar karena sistem mampu mengakses data menggunakan berbagai tools serta mengambil tindakan secara mandiri.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *