Teknologi

Demam “Selamat Pagi” di WhatsApp Belum Reda, Dulu Bikin Jutaan HP Android Hang

Avatar of Sulsel Times
0
×

Demam “Selamat Pagi” di WhatsApp Belum Reda, Dulu Bikin Jutaan HP Android Hang

Sebarkan artikel ini
Jutaan HP Android di India Hang Gara-gara Ucapan Selamat Pagi di WhatsApp
Jutaan HP Android di India Hang Gara-gara Ucapan Selamat Pagi di WhatsApp
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Sabtu, 05/09/2026 — Kebiasaan warga India mengirim ucapan selamat pagi lewat WhatsApp belum surut setelah hampir satu dekade, hingga perusahaan teknologi besar menyesuaikan produk demi memenuhi permintaan tersebut.

Ringkasnya…
  • Kebiasaan kirim selamat pagi di WhatsApp India belum surut setelah hampir satu dekade
  • Canva menyediakan desain selamat pagi sebagai konten lokal utama untuk pasar India
  • WhatsApp di India memiliki lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan
  • Kebiasaan ini sempat bikin jutaan ponsel Android hang pada 2018 karena memori penuh
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Bukti dari fenomena ini bukan sekadar keluhan di grup keluarga. Perusahaan teknologi raksasa ikut menyesuaikan produk mereka demi kebiasaan tersebut. Canva, platform desain asal Australia, memasang konten ucapan selamat pagi sebagai salah satu materi lokal utama untuk pasar India.

Scroll Kebawah
Advertisement

Country Manager Canva India, Chandrika Deb, menyebut ucapan selamat pagi dan ucapan hari raya sebagai contoh konten yang paling banyak dicari pengguna di negara itu. Canva kemudian menyediakan variasi desainnya secara khusus untuk memenuhi permintaan tersebut.

India Jadi Pasar Besar untuk Canva dan Meta

India kini menjadi pasar terbesar keempat bagi Canva. Pengguna di negara tersebut sudah membuat sekitar 2,8 miliar desain, dengan 2,5 juta desain baru dirilis setiap hari.

Situasi serupa terjadi di platform lain. Chief Financial Officer Meta, Susan Li, menyatakan India adalah pasar terbesar untuk pemakaian Meta AI, dan pendorong utamanya adalah WhatsApp.

Jumlah pengguna WhatsApp di India memang berbeda jauh dari satu dekade lalu. Pada 2018, WhatsApp mencatat sekitar 200 juta akun aktif di India. Kini, Meta menyebut angkanya melampaui 500 juta pengguna aktif bulanan. Lembaga riset DataReportal memperkirakan jumlahnya menyentuh 535,8 juta pada awal 2025, terbesar di dunia.

Dulu Bikin Jutaan Ponsel Android Hang

Kebiasaan mengirim selamat pagi sempat menjadi masalah teknis serius pada awal 2018. Ucapan selamat pagi di India jarang berupa teks polos. Isinya foto bunga, video pendek, atau gambar bergerak yang dibubuhi kalimat puitis.

File semacam itu langsung tersimpan ke storage penerima tanpa perlu dibuka. WhatsApp mengunduh media secara otomatis sebagai pengaturan bawaan. Ponsel Android murah yang saat itu banyak beredar di India cuma berbekal memori penyimpanan kecil. Tiap pagi, memori tersebut terisi penuh kiriman dari puluhan kontak dan grup.

Survei Western Digital pada 2016 menemukan satu dari tiga perangkat Android di India kehabisan memori setiap hari. Di Amerika Serikat, angkanya hanya satu dari sepuluh perangkat.

Google sempat kebingungan mencari penyebab banyaknya ponsel Android yang hang di India. Setelah ditelusuri, biang keroknya adalah gambar-gambar selamat pagi tersebut. Perusahaan itu lalu meluncurkan aplikasi pembersih memori bernama Files Go di New Delhi pada Desember 2017, yang memakai machine learning untuk memburu file tak terpakai.

Google menyebut Files Go rata-rata membebaskan lebih dari 1 GB ruang penyimpanan per pengguna. Sebagian besar penggunanya berada di India. Aplikasi tersebut kemudian diubah namanya menjadi Files by Google pada November 2018 karena dipakai orang di berbagai negara, bukan cuma pemilik ponsel kelas bawah.

Kapasitas Memori Ponsel Kini Berubah Drastis

Menurut riset Cyber Media Research (CMR), ponsel dengan storage 128 GB sudah menjadi standar bawaan di India. Populasinya bergerak dari 47 persen pada kuartal pertama 2023 ke 54 persen pada kuartal pertama 2026.

Pangsanya terbesar datang dari segmen harga 10.000-20.000 rupee, atau sekitar Rp 1,9 juta hingga Rp 3,8 juta. Ponsel 256 GB naik lebih tajam lagi, dari 7 persen pada kuartal pertama 2023 menjadi 28 persen pada kuartal pertama 2026.

Sebaliknya, ponsel bermemori kecil ditinggalkan pembeli. Pangsa ponsel 64 GB susut dari 26 persen ke 12 persen pada periode yang sama. Ponsel 32 GB praktis lenyap dari pasar India setelah 2024. CMR menyebut penyebabnya adalah sistem operasi Android yang makin besar, game, aplikasi berbasis kecerdasan buatan, serta konsumsi video 5G.

WhatsApp juga tidak lagi membiarkan penggunanya kerepotan. Pada November 2020, WhatsApp merombak menu Manage Storage. Fitur ini mengelompokkan file berukuran besar dan media yang sering diteruskan, lalu mengurutkannya dari yang paling gemuk. Pengguna bisa melihat preview tiap file sebelum menghapusnya. Pengunduhan otomatis pun bisa dimatikan lewat menu yang sama.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *