Teknologi

Desainer Jerman Ciptakan Kemeja ‘Digital Camouflage’ untuk Mengecoh Deteksi AI

Avatar of Sulsel Times
0
×

Desainer Jerman Ciptakan Kemeja ‘Digital Camouflage’ untuk Mengecoh Deteksi AI

Sebarkan artikel ini
Desainer Jerman Ciptakan Kemeja 'Digital Camouflage' untuk Mengecoh Deteksi AI
Desainer Jerman Ciptakan Kemeja 'Digital Camouflage' untuk Mengecoh Deteksi AI
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Berlin, Jumat, 04/09/2026 — Seorang desainer Jerman menciptakan kemeja bermotif abstrak yang mampu mengecoh sistem deteksi objek berbasis AI sehingga pemakainya tidak terdeteksi sebagai manusia.

Ringkasnya…
  • Desainer Simon Weckert ciptakan kemeja Digital Camouflage
  • Pola adversarial attack mengacaukan deteksi YOLO
  • Demo di Berlin gagal label 'Person'
  • Bukan alat anti-polisi tapi kritik seni pengawasan AI
  • Belum terbukti efektif pada sistem pemerintah
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kemeja bernama “Digital Camouflage” itu dikembangkan oleh Simon Weckert. Polanya berwarna hijau, merah muda, dan oranye dengan bentuk mirip sirip ikan atau jamur berpendar yang tersusun simetris. Bagi mata manusia pola itu mencolok, namun bagi kamera pengawas AI justru mengacaukan pengenalan sosok.

Scroll Kebawah
Advertisement

Dalam demonstrasi di Berlin, sistem AI kamera pengawas menampilkan label “Person” pada orang-orang biasa. Saat seseorang mengenakan kemeja tersebut, sistem gagal memberikan label manusia pada pemakainya.

Cara Kerja: AI Melawan AI

Weckert menjelaskan bahwa ia memanfaatkan AI untuk menciptakan pola yang mengecoh AI lain. Ia menggunakan sistem pendeteksi objek YOLO (You Only Look Once) bersifat open source sebagai dasar pengujian. Pola kemeja dirancang dengan teknik adversarial attack, yaitu memanipulasi tampilan objek agar model AI salah mengklasifikasikannya. Hasilnya, ciri-ciri visual yang biasa dipakai YOLO untuk mendeteksi manusia terganggu sehingga pemakai kemeja luput dari deteksi.

Keterbatasan dan Tujuan Seni

Weckert menegaskan proyek ini tidak dijual sebagai alat menghindari polisi atau menjamin anonimitas. Pengujian hanya dilakukan pada YOLO generik, bukan sistem pengawasan pemerintah tertentu. Oleh karena itu, belum ada jaminan kemeja ini efektif pada sistem AI lain. Digital Camouflage diciptakan sebagai proyek seni untuk mengkritik semakin luasnya penggunaan teknologi pengawasan AI di ruang publik. Kemeja ini menjadi media mempertanyakan kepercayaan manusia pada teknologi yang ternyata bisa dikelabui hanya oleh pola selembar kain.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *