Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 23/07/2026 — Bank Mandiri (BMRI) mencatat kinerja solid semester I-2026 dengan NPL 0,98 persen, ROE 24,3 persen, dan kredit komersial tumbuh 15 persen menjadi Rp343 triliun.
- NPL konsolidasi 0,98%
- ROE 24,3% dan ROA 3,10%
- Kredit komersial naik 15% ke Rp343 triliun
- Pertumbuhan merata ke daerah
- Optimistis pertahankan momentum 2026
Kualitas Aset Terjaga Profitabilitas Tinggi
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menutup semester I-2026 dengan kualitas aset yang terjaga di tengah pertumbuhan kredit agresif.
Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) konsolidasi berada di level 0,98 persen.
Angka ini mencerminkan kehati-hatian perseroan dalam menyalurkan dana meski mengejar pertumbuhan tinggi.
Profitabilitas berada di level sangat sehat dengan return on equity (ROE) 24,3 persen dan return on assets (ROA) 3,10 persen.
“Hingga akhir semester I 2026 kami mampu menjaga kualitas aset tercermin NPL 0,98 persen,” kata Totok Priyambodo, Direktur Commercial Banking Bank Mandiri, Kamis, 23/07/2026.
“Di saat yang sama profitabilitas berada di level yang sangat sehat dengan ROE 24,3 persen dan ROA 3,10 persen,” tambahnya.
Kredit Komersial Tumbuh Merata ke Daerah
Segmen komersial menjadi motor pertumbuhan bisnis utama Bank Mandiri.
Perseroan menjadi mitra sekitar 55 ribu pelaku usaha komersial tersebar di berbagai wilayah.
Penyaluran kredit komersial tercatat mencapai Rp343 triliun tumbuh 15 persen secara tahunan.
Rata-rata pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir mencapai 18 persen.
NPL segmen komersial terjaga di level 0,63 persen menandakan pertumbuhan berkualitas.
Dari sisi sebaran wilayah pertumbuhan tertinggi tercatat di Jakarta dan Banten sebesar 19,1 persen.
Disusul Kalimantan 15,3 persen, Jawa dan DIY 11,7 persen, serta Sumatera dan wilayah lainnya 6,78 persen.
“Sebaran ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi tidak hanya di pusat-pusat bisnis tapi juga semakin merata ke berbagai daerah,” ujar Totok Priyambodo, Direktur Commercial Banking Bank Mandiri, Kamis, 23/07/2026.
Pembiayaan diarahkan ke industri strategis seperti kelapa sawit, batu bara, transportasi air, perdagangan, keuangan, air, serta makanan dan minuman.
Pembiayaan UMKM Jangkau Pulau Terluar
Bank Mandiri menegaskan komitmen menghadirkan pembiayaan merata bagi pelaku UMKM.
Pertumbuhan kredit UMKM tersebar dengan baik dan konsisten menjangkau seluruh wilayah Indonesia termasuk pulau-pulau terluar.
Perseroan terus mengoptimalkan imbal hasil kredit pada segmen ritel dan UMKM.
Tujuannya agar masyarakat memperoleh pembiayaan terjangkau tanpa mengurangi hasil bagi perseroan.
Efisiensi yang dijalankan dinilai mampu menghasilkan profitabilitas solid sekaligus memperkuat kapabilitas pembiayaan sektor produktif.
Momentum Pertumbuhan Dipertahankan Hingga Akhir Tahun
Kombinasi pertumbuhan kredit tinggi kualitas aset terjaga dan profitabilitas sehat membuat Bank Mandiri optimistis.
Perseroan yakin dapat mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun 2026.













