Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 28/08/2026 — PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat laba bersih konsolidasi melonjak 134 persen menjadi US$81,46 juta di semester pertama 2026 didorong lonjakan pendapatan 67 persen.
- Laba bersih naik 134% ke US$81,46 juta
- Pendapatan tumbuh 67% ke US$322,28 juta
- Laba bruto melonjak 88% ke US$146 juta
- Total aset capai Rp1,07 triliun
- Data dari laporan keuangan via BEI
Kinerja itu tercermin dalam laporan keuangan perseroan yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pendapatan ARCI pada semester I-2026 tercatat US$322,28 juta, naik signifikan dari US$192,43 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan dan Laba Bruto Melonjak
Beban pokok penjualan tumbuh 53,7 persen menjadi US$176,27 juta. Pertumbuhan beban tersebut lebih lambat dibandingkan kenaikan pendapatan, mendorong laba bruto melonjak 87,8 persen ke US$146 juta.
Margin laba bruto membaik seiring efisiensi biaya produksi relatif terkendali.
Beban Operasional dan Laba Usaha
Beban penjualan naik 47,8 persen ke US$308,9 ribu, sementara beban umum dan administrasi meningkat 37,5 persen ke US$7,03 juta.
Pendapatan operasi lainnya melonjak 209 persen mencapai US$8,28 juta. Beban operasi lain justru turun 14,7 persen ke US$985 ribu.
Kombinasi tersebut mendorong laba usaha hampir berlipat ganda menjadi US$145,96 juta, naik 97,4 persen dari US$73,93 juta.
Pajak dan Posisi Aset
Laba sebelum pajak tercatat US$129,4 juta, naik 128,1 persen. Beban pajak penghasilan meningkat 118,7 persen ke US$47,93 juta.
Total aset per semester I-2026 mencapai Rp1,07 triliun, naik dari Rp1,02 triliun pada akhir 2025.
Kinerja keuangan ARCI menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat didukung peningkatan volume penjualan dan manajemen biaya yang efektif.















