Sulseltimes.com, Makassar, Selasa, 21/07/2026 — Microsoft dikabarkan mengevaluasi model AI open source asal China, Kimi K3, untuk diintegrasikan ke layanan Azure dan Copilot.
- Model AI Kimi K3 dari Moonshot
- Microsoft evaluasi untuk Azure dan Copilot
- Potensi hemat biaya hingga 600 juta dollar AS
- Rilis oleh startup China Moonshot
- Pengurangan ketergantungan pada OpenAI dan Anthropic
Microsoft Evaluasi Kimi K3 untuk Azure dan Copilot
Menurut laporan The Information, Microsoft tengah menyiapkan integrasi Kimi K3 ke layanan komputasi awan Azure.
Microsoft juga disebut mengevaluasi efektivitas Kimi K3 untuk diterapkan pada layanan AI Copilot.
Jika diadopsi, Kimi K3 dapat mengurangi ketergantungan Microsoft pada model AI dari OpenAI dan Anthropic.
Efisiensi Biaya dan Tantangan
Salah satu alasan utama Microsoft melirik Kimi K3 adalah efisiensi biaya operasional.
Microsoft berpotensi menghemat biaya inferensi hingga 600 juta dollar AS dengan menggunakan Kimi K3, menurut perhitungan internal Microsoft.
Moonshot mengklaim Kimi K3 menawarkan performa kompetitif dengan efisiensi di pusat data berkat ukuran KV cache yang lebih kecil dan optimasi memori per token.
Namun, biaya inferensi Kimi K3 tidak murah untuk ukuran model open source, mencapai 0,94 dollar AS per tugas Intelligence Index.
Kimi K3 juga memiliki kecenderungan melakukan reasoning lebih banyak yang mengonsumsi token tambahan.
Selain itu, langkah ini menghadapi tantangan kebijakan AS yang membatasi penggunaan model AI open source asal China.
Pemerintahan Presiden Donald Trump disebut berupaya mengurangi penggunaan model AI asal China.











