Sulseltimes.com, Makassar, Rabu, 22/07/2026 — Kimi K3, model AI buatan perusahaan rintisan China Moonshot AI, diklaim memiliki kapasitas lebih besar dibanding pesaing dari Amerika Serikat dan berpotensi menggeser dominasi AS dalam industri kecerdasan buatan.
- Fakta utama: Model AI China dengan parameter terbesar
- Data penting: 2-3 triliun parameter, lebih besar dari Claude Opus 4.8
- Tokoh terkait: Moonshot AI, Anthropic, Microsoft, DeepSeek
- Waktu dan lokasi: Rabu, 22/07/2026
- Dampak: Mempercepat persaingan AI global, potensi adopsi oleh Microsoft
Kapasitas Besar dan Biaya Lebih Murah
Berdasarkan laporan Financial Times, Kimi K3 diperkirakan memiliki 2 hingga 3 triliun parameter.
Jumlah itu lebih besar dari estimasi parameter Claude Opus 4.8 milik Anthropic yang berkisar 1,5 hingga 2 triliun parameter.
Parameter menjadi salah satu indikator kapasitas model AI dalam memahami dan menghasilkan informasi.
Semakin banyak parameter, semakin kompleks kemampuan model dalam memproses data.
Seperti DeepSeek, Kimi K3 juga dikenal lebih hemat.
Model K2.6 yang saat ini dimiliki Moonshot dibanderol sekitar sepertiga dari harga layanan Claude Opus 4.8.
Strategi harga murah ini disebut menarik perhatian banyak perusahaan dan pelaku industri.
Anthropic sendiri berencana menaikkan tarif penggunaan Claude Opus 4.8 mulai September 2026.
Microsoft Dilirik Mengadopsi Kimi K3
Melansir Wccftech, Microsoft dikabarkan tengah menyiapkan integrasi Kimi K3 ke layanan komputasi awan Azure.
Microsoft juga disebut sedang mengevaluasi efektivitas AI Kimi K3 yang potensial diterapkan ke layanan AI Copilot.
Jika benar diadopsi, Kimi K3 berpotensi menjadi salah satu model AI China yang digunakan Microsoft untuk mendukung produk AI-nya.
Langkah itu dinilai dapat mengurangi ketergantungan Microsoft terhadap model AI buatan OpenAI dan Anthropic.
Menurut perhitungan internal Microsoft, perusahaan berpotensi menghemat biaya inferensi hingga 600 juta dollar AS (sekitar Rp 10,73 triliun) apabila menggunakan Kimi K3.
Moonshot mengklaim model AI buatannya menawarkan performa kompetitif sekaligus efisien dijalankan di pusat data.
Efisiensi dicapai berkat ukuran KV cache yang lebih kecil dan optimasi penggunaan memori per token.
Meski demikian, biaya inferensi Kimi K3 tidak bisa dibilang murah untuk ukuran model open source.
Rata-rata biaya yang dibutuhkan mencapai 0,94 dollar AS per tugas Intelligence Index.
Angka itu lebih tinggi dibanding GPT-5.6 Terra yang sekitar 0,55 dollar AS, tetapi sedikit lebih rendah dibanding GPT-5.6 Sol yang mencapai 1,04 dollar AS.
Kimi K3 juga diketahui memiliki kecenderungan melakukan proses penalaran lebih banyak sehingga sering mengonsumsi token tambahan.
Tantangan Regulasi dan Persaingan Ketat
Microsoft disebut tidak akan mudah mengadopsi Kimi K3 karena pemerintahan Presiden Donald Trump tengah berupaya mengurangi penggunaan model AI open source asal China.
Di sisi lain, kehadiran Kimi K3 menandai percepatan pengembang AI China dalam mengejar ketertinggalan.
Para analis sebelumnya menganggap model AI terdepan China tertinggal 8 hingga 12 bulan dari teknologi AI Amerika.
Asumsi itu kini mulai berubah.
Persaingan ketat juga memunculkan isu tuduhan pelanggaran hak kekayaan intelektual.
Anthropic menuduh sejumlah perusahaan AI China melakukan distillation attack, yakni melatih model AI baru menggunakan keluaran model AI lain yang lebih canggih.
Di tengah kompetisi, arus investasi ke sektor AI terus mengalir deras.
Moonshot dilaporkan tengah mengupayakan pendanaan baru dengan valuasi sekitar 31,5 miliar dollar AS.
Sementara DeepSeek disebut membidik valuasi hingga 71 miliar dollar AS.
Persaingan AI global semakin memanas dengan hadirnya Kimi K3 sebagai pesaing serius dari China.









