Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 11/06/2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah gagal mempertahankan penguatannya pada perdagangan Kamis ini. Keduanya berbalik melemah di sesi kedua.
- IHSG melemah 1,91% ke level 5.789
- Rupiah terkoreksi ke Rp 17.965 per Dolar AS
- Analis menyebut sentimen global dan domestik sebagai pemicu
- Perdagangan berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026
- Pelemahan terjadi di sesi II setelah sempat rebound
IHSG dan Rupiah Balik Melemah
IHSG ditutup melemah 1,91% ke posisi 5.789 pada sesi kedua perdagangan Kamis, 11 Juni 2026.
Sementara itu, rupiah terkoreksi ke level Rp 17.965 per dolar Amerika Serikat.
Padahal, pada awal perdagangan, IHSG dan rupiah sempat mencatatkan rebound.
Sentimen eksternal dan internal disebut menjadi faktor yang menekan pergerakan pasar modal Indonesia.
Faktor Pemicu Pelemahan
FX Analyst CNBC Indonesia, Elvan Chandra Widyatama, mengatakan beberapa isu global mempengaruhi sentimen investor.
Selain itu, kondisi domestik juga ikut memberikan tekanan.
Elvan menyebutkan bahwa ketidakpastian pasar keuangan global masih menjadi kekhawatiran utama.
Dampak bagi Pasar Keuangan
Pelemahan IHSG dan rupiah menambah volatilitas di pasar keuangan Tanah Air.
Pelaku pasar diminta mencermati perkembangan kebijakan moneter global dan data ekonomi terkini.
Analis merekomendasikan investor untuk tetap waspada dan mengelola portofolio secara hati-hati.
Pergerakan IHSG dan rupiah ke depan akan sangat bergantung pada sentimen global dan kebijakan Bank Indonesia.







