Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, 05/11/2026 — Debt collector ditahan terkait perampasan mobil seorang ibu rumah tangga di Makassar.
- Enam orang ditahan terkait perampasan mobil di Jalan Sam Ratulangi, Ujung Pandang
- Korban adalah Een Aprianti Sulepno (38), seorang ibu rumah tangga
- Video viral memperlihatkan kelompok pria memaksa korban keluar dari mobil dan membawa kendaraan tersebut
- Polisi mengamankan enam orang di Polrestabes Makassar dan masih mendalami kasus tersebut
- Barang berharga berupa perhiasan emas 15 gram hilang dari mobil korban
Kejadian berlangsung di Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, ketika sekelompok pria yang dikenal sebagai debt collector atau matel menghalang mobil yang dikemudikan Een Aprianti Sulepno. Korban melaporkan peristiwa tersebut ke polisi, yang kemudian menahan enam orang terkait perampasan mobil ini.
“Kejadian ini dilaporkan oleh korban Een Aprianti Sulepno,” kata AKP Sangkala, Kamis, 05/11/2026. “Kami telah mengamankan enam orang dan saat ini masih dalam pemeriksaan untuk mendalami peran masing-masing.”
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kelompok pria tersebut menghentikan mobil dan memaksa korban keluar. Salah seorang pelaku diduga menyikut bagian dada korban, menyebabkan luka lecet dan gores.
Setelah korban dikeluarkan secara paksa, kelompok tersebut membawa mobil korban. Sejumlah barang berharga, termasuk perhiasan emas seberat 15 gram, dilaporkan hilang dari dalam kendaraan.
Penahanan dan pemeriksaan
Polisi telah membawa enam orang ke Polrestabes Makassar untuk interogasi. Sangkala menyatakan bahwa pemeriksaan masih berlangsung dan polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Kami masih mendalami siapa saja yang terlibat di lokasi kejadian. Proses interogasi dan pemeriksaan masih terus berjalan,” ujarnya, Kamis, 05/11/2026.
Selain perampasan kendaraan, polisi juga menyelidiki laporan hilangnya perhiasan emas korban. Sangkala mengatakan, barang berharga tersebut sebelumnya berada di dalam mobil dan tidak ditemukan setelah kejadian.
Dampak dan penyelidikan lanjutan
Korban mengalami luka akibat insiden tersebut dan polisi telah melengkapi laporan dengan permintaan visum ke rumah sakit untuk kepentingan penyelidikan.
Polisi masih belum memastikan apakah kendaraan tersebut merupakan objek jaminan fidusia. Penyidik terus menelusuri latar belakang kepemilikan dan status kendaraan yang dibawa oleh kelompok pria tersebut.
“Kami masih mendalami apakah kendaraan ini merupakan barang jaminan fidusia dan lain sebagainya,” kata mantan Kanit Reskrim Polsek Panakkukang tersebut.
Polisi juga masih mencari tahu siapa saja yang mendampingi korban ketika kejadian berlangsung. Keterangan mengenai orang-orang yang bersama korban diperlukan untuk melengkapi proses pemeriksaan.
“Saya belum memastikan betul ya. tapi masih pendalaman siapa saja bersama korban atau menyertai korban pada saat peristiwa tersebut terjadi,” ujarnya.














