Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 04/11/2026 — PGEO terus mengembangkan pusat data hijau berbasis panas bumi, berambisi menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang memasok listrik geothermal langsung ke operator data center.
- Proyek percontohan di Kamojang berkapasitas 5 MW sedang dikaji komersial dan regulasinya;PGE telah menyelesaikan kajian teknologi dan kini memasuki tahap studi kelayakan dan regulasi;Perusahaan merevisi AMDAL dan mempelajari dampak pasokan listrik langsung terhadap pengiriman ke PLN;PGEO berdiskusi intensif dengan pemain data center untuk menjajaki potensi kerja sama sebagai offtaker;Target penyelesaian kajian akhir 2026 atau kuartal I-2027, berpotensi menjadi yang pertama di Indonesia yang menyediakan listrik hijau geothermal langsung ke data center
Kajian komersial dan regulasi
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, kajian teknologi untuk proyek percontohan pusat data hijau di lapangan panas bumi Kamojang, Jawa Barat, telah rampung. “Secara technology study-nya kita sudah jalankan, sudah fix, nah sekarang masuk ke tahap bagaimana commerciality, bagaimana regulasi, nah ini sedang kaji menuju ke sana,” kata Ahmad Yani, Direktur Utama PGE, Rabu, 04/11/2026.
Pilot project ini akan menjadi bukti konsep bahwa pusat data dapat beroperasi menggunakan listrik yang sepenuhnya berasal dari energi panas bumi. Berbeda dengan pusat data biasa yang terhubung ke jaringan listrik PLN, PGE mengembangkan model independen yang menggunakan pasokan listrik panas bumi secara langsung. “Nanti kita ini menjadi green data center geothermal pertama mungkin di dunia ya yang tidak terkoneksi dengan sumber yang lain,” kata Yani, Direktur Utama PGE, Rabu, 04/11/2026.
Direktur Eksplorasi PGE Edwil Suzandi mengungkapkan, perseroan tengah menjalankan sejumlah proses untuk merealisasikan pengembangan pusat data hijau tersebut, termasuk merevisi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). AMDAL ini berbeda dari yang digunakan untuk kegiatan operasional perseroan saat ini, karena rencana pengembangan bisnis akan mencakup elektrifikasi data center.
Selain itu, PGE juga mengkaji dampak penyediaan listrik secara langsung kepada data center terhadap pasokan listrik yang selama ini disalurkan kepada PLN. “Terus yang kedua kami juga sedang melakukan kajian. Apabila PGEO langsung memproduksikan listrik buat data center, apakah mengganggu suplai listrik kami ke PLN,” kata Edwil Suzandi, Direktur Eksplorasi PGE, Rabu, 04/11/2026.
Perusahaan berharap proses kajian tersebut dapat diselesaikan pada akhir tahun ini atau kuartal I-2027. Salah satu aspek paling penting, menurut Edwil, adalah kepastian calon pembeli atau offtaker. Saat ini, PGEO sedang berdiskusi intensif dengan sejumlah pemain industri data center untuk menjajaki potensi kerja sama sebagai offtaker listrik panas bumi.
“Alhamdulillah untuk data center per hari ini PGEO sedang berdiskusi intens dengan pemain data center player untuk menjadi offtaker. Kalau data center ini kita kembangkan,” kata Edwil Suzandi, Direktur Eksplorasi PGE, Rabu, 04/11/2026.
Jika aspek regulasi dan komersial terpenuhi, PGE berpeluang menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang menyediakan pasokan listrik hijau berbasis panas bumi secara langsung kepada data center. “Jadi hari ini sebuah data center yang langsung di supply energinya dan energi bersih itu tidak ada di Indonesia. Harapannya kalau kita menjangkau ini nanti terealisasi, itu adalah yang pertama di Indonesia. Data center berbasis geothermal dan direct dari listrik hijau,” kata Edwil Suzandi, Direktur Eksplorasi PGE, Rabu, 04/11/2026.














