Bisnis

Telkom Siapkan Belanja Modal Rp27-28 Triliun untuk Jaringan dan Data Center

Avatar of Sulsel Times
2
×

Telkom Siapkan Belanja Modal Rp27-28 Triliun untuk Jaringan dan Data Center

Sebarkan artikel ini
Telkom Siapkan Belanja Modal Rp27-28 Triliun untuk Jaringan dan Data Center
Telkom Siapkan Belanja Modal Rp27-28 Triliun untuk Jaringan dan Data Center
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 23/06/2026 — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan belanja modal sebesar Rp27 triliun hingga Rp28 triliun untuk membangun jaringan internet 5G, Fiber to the Home (FTTH), backbone fiber optic, dan data center.

Ringkasnya…
  • Belanja modal Rp27-28 triliun
  • 17% hingga 19% dari pendapatan
  • Direktur Utama Telkom Dian Siswarini
  • 23 Juni 2026
  • Mendukung pertumbuhan AI dan infrastruktur digital
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Belanja Modal untuk Jaringan 5G dan FTTH

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Dian Siswarini menyatakan dana tersebut setara 17% hingga 19% dari pendapatan perusahaan.

Scroll Kebawah
Advertisement

“Jadi sekarang ini yang pertama tentu Telkomsel, karena Telkomsel ini masih merupakan kontributor terbesar, 70% dari pendapatan Telkomsel,” kata Dian Siswarini, Selasa, 23/06/2026.

Selain untuk jaringan 5G, belanja modal juga akan dipakai mengembangkan Fiber to the Home milik Indihome.

Perusahaan juga memperkuat backbone fiber optic agar semua pulau dan kota bisa dijangkau jaringan tersebut.

Data Center Jadi Prioritas Baru

Sebagian belanja modal dialokasikan untuk kebutuhan data center.

“Karena sekarang ini kondisi data center sedang booming, ya, karena AI. Perkembangan AI membuat kebutuhan terhadap data center luar biasa besar. Sehingga pertumbuhan data center ini memerlukan investasi lumayan tinggi,” jelas Dian.

Pertumbuhan data center dipicu oleh adopsi kecerdasan buatan yang pesat.

Kinerja Keuangan Telkom

Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun pada tiga bulan pertama 2026, tumbuh 1,5% secara year-on-year.

EBITDA tercatat Rp18,0 triliun dengan margin 48,3%.

Laba bersih mencapai Rp4,3 triliun dengan margin 11,7%, sementara laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp5,1 triliun dengan margin 13,8%.

Kontraksi laba bersih dipengaruhi percepatan depresiasi dan normalisasi bisnis selama transformasi. Tekanan ini bersifat transisional dan non-cash, sedangkan kinerja operasional tetap terjaga.

Arus kas operasional tumbuh 3,1% year-on-year menjadi Rp17,3 triliun, didorong efisiensi TOTEX dan disiplin penagihan.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *