Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 07/08/2026 — PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) meningkatkan porsi saham beredar di publik (free float) menjadi 25,7 persen dari sebelumnya 10,9 persen guna memperkuat likuiditas dan daya tarik investor.
- Free float TPIA naik ke 25,7% dari 10,9%
- Melewati ambang minimum BEI 15% dan target MSCI 20%
- Andre Khor, Direktur Keuangan Chandra Asri
- Jumat, 07/08/2026, Jakarta
- Meningkatkan likuiditas dan kelayakan inklusi indeks MSCI penuh
Kenaikan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya rebalancing struktur kepemilikan saham. Direktur Keuangan Chandra Asri Andre Khor mengatakan langkah ini bertujuan meningkatkan likuiditas pasar serta memperluas akses ke investor domestik maupun internasional.
“Kami meningkatkan free float kami menjadi 25,7 persen, sehingga meningkatkan likuiditas pasar dan memperluas akses kami ke investor domestik maupun internasional atas saham kami,” kata Andre Khor, Direktur Keuangan Chandra Asri, Jumat, 07/08/2026.
Pencapaian 25,7 persen sudah melewati batas minimum 15 persen yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan MSCI. Capaian tersebut juga melampaui target 20 persen acuan pengelolaan indeks MSCI serta ambang 25 persen untuk potensi inklusi penuh (full inclusion) dalam indeks MSCI.
“Ini berarti Chandra Asri telah melampaui sekadar memenuhi persyaratan minimum, kami sekarang diposisikan pada tingkat yang mendukung kelayakan indeks yang lebih luas, investor domestik dan internasional dengan likuiditas pasar yang meningkat, sehingga memperkuat daya tarik Grup Chandra Asri sebagai perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia,” kata dia.
Struktur Pengendalian Tetap
Manajemen menjelaskan rebalancing kepemilikan saham tersebut merupakan bagian dari strategi alokasi modal yang lebih luas. Pemegang saham pengendali SCGC tetap mempertahankan kepemilikan mayoritas sebesar 57,1 persen sehingga tidak terjadi perubahan struktur pengendalian perusahaan.
“Satu poin mendasar adalah bahwa tidak ada perubahan pada kendali grup kami, pada tata kelola grup kami, strategi manajemen, atau bahkan operasi sehari-hari,” kata dia.
Ketiga pemegang saham utama Chandra Asri Group, yakni Barito Pacific, SCGC, dan Thai Oil, secara kolektif masih menguasai sekitar 74,3 persen saham perusahaan. Fondasi pasar modal yang lebih kuat ini diharapkan mendukung eksekusi strategi pertumbuhan jangka panjang di domain energi, kimia, dan infrastruktur.







