Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 10/10/2026 — Sebuah bank regional asal China diduga menjadi pintu masuk bagi perusahaan-perusahaan Rusia untuk mengakses sistem keuangan Amerika Serikat dan menghindari sanksi Barat.
- Bank regional China Zhejiang Chouzhou diduga bantu Rusia akses sistem keuangan AS
- Analisis New York Times atas ribuan dokumen mengungkap celah layanan koresponden
- Bank of America memutus hubungan pada pertengahan 2025, Chouzhou buka rekening baru di Citibank dan Standard Chartered
- Chouzhou layani hampir 70 bank lain, jauh lebih banyak dari ICBC yang hanya 20 bank
- Bank itu berhenti transaksi langsung dengan bank Rusia dan Belarusia sejak awal 2024
Penemuan ini merupakan hasil analisis The New York Times terhadap ribuan dokumen keuangan dan transaksi perbankan.
Bank yang berbasis di Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, itu memiliki lebih dari 50 nasabah perusahaan yang menjual barang elektronik terlarang, bahan kimia industri, serta barang dan jasa lain ke Rusia pada empat bulan pertama tahun 2025.
Nasabah-nasabah itu berada di antara klien lain yang sah. Celah yang dimanfaatkan adalah layanan correspondent banking.
Konsep ini merupakan praktik umum yang memungkinkan bank lokal menawarkan layanan internasional dalam berbagai mata uang tanpa harus membuka cabang di luar negeri.
Bank kecil kerap menumpang pada bank seperti Chouzhou yang memiliki rekening koresponden di bank-bank besar Wall Street. Pola berlapis ini disebut dapat menyamarkan aktivitas ilegal.
Salah satu contoh yang diungkap terjadi pada awal 2025. Sebuah perusahaan Rusia membeli komponen senilai 73.000 dolar AS yang digunakan untuk membangun sistem perang elektronik dari distributor di Hong Kong.
Untuk menyelesaikan transaksi, First Abu Dhabi Bank asal Uni Emirat Arab mengirimkan dana ke rekening Chouzhou di Bank of America.
Sesuai praktik standar transaksi koresponden, Bank of America hanya menerima perintah transfer tanpa detail barang yang dibeli.
Akibatnya, jenis barang dan identitas pembelinya tidak terlihat saat dana berpindah melalui sistem perbankan internasional.
Selain itu, sebuah perusahaan cangkang di Kirgistan yang bekerja untuk firma jasa keuangan asal Moskow, A7, disebut melakukan pembelian barang terlarang senilai lebih dari 10 juta dolar AS.
Transaksi tersebut dilakukan melalui bank yang memiliki rekening di Chouzhou.
Skala Layanan Bank Regional China
Chouzhou, yang didirikan pada 1987, membangun ceruk bisnis dengan menyediakan layanan koresponden bagi puluhan bank di negara-negara yang dinilai berisiko tinggi untuk pencucian uang atau penghindaran sanksi.
Daftar negara tersebut mencakup Afghanistan, Yaman, dan Sudan Selatan. Bank ini juga memiliki kehadiran besar di Kirgistan, Georgia, dan Uzbekistan, negara-negara yang punya hubungan ekonomi erat dengan Rusia.
Data platform kepatuhan BankCheck menunjukkan Chouzhou menyediakan akses rekening dolar bagi hampir 70 bank lain.
Sebagian besar bank tersebut tidak memiliki akses langsung ke sistem keuangan AS.
Sebagai perbandingan, Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), bank terbesar dunia berdasarkan aset, hanya menyediakan akses dolar bagi 20 bank.
Sementara itu, HSBC Bank di London hanya melayani tujuh bank melalui layanan serupa.
Chouzhou memproses lebih dari 200 miliar dolar AS transaksi internasional pada 2024, atau hampir empat kali total asetnya.
Dalam sebuah konferensi jasa keuangan di Miami pada tahun lalu, bank tersebut mengiklankan relasi dengan lebih dari 1.000 bank dan kemampuan memproses pembayaran dalam 27 mata uang.
Rekening Baru Masih Aktif
Bank of America kemudian memutus hubungan dengan Chouzhou pada pertengahan 2025 tanpa memberikan penjelasan.
Namun, tak lama berselang, Chouzhou membuka dua rekening dolar baru di Citibank dan Standard Chartered.
Berdasarkan data platform kepatuhan BankCheck, rekening-rekening tersebut hingga kini masih aktif.
Chouzhou sebenarnya telah berhenti bertransaksi langsung dengan bank-bank Rusia dan Belarusia sejak awal 2024.
Namun, bank itu tetap melayani nasabah dan bank di negara-negara yang dinilai berisiko tinggi menjadi jalur penghindaran sanksi Rusia.
Penyelidikan terhadap pola transaksi ini masih dalam tahap analisis dokumen keuangan yang tersedia.







