EdukasiNasional

Apa Itu O-Level dalam Riwayat Pendidikan Gibran? Bedanya N-Level dan A-Level Singapura

Avatar of Sulsel Times
0
×

Apa Itu O-Level dalam Riwayat Pendidikan Gibran? Bedanya N-Level dan A-Level Singapura

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi O-Level Gibran dan perbedaan N-Level, O-Level, serta A-Level dalam sistem pendidikan Singapura
Ilustrasi sistem pendidikan Singapura dan O-Level.
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026 — O-Level yang dikaitkan dengan riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah kualifikasi ujian nasional tingkat menengah di Singapura, tetapi sertifikat itu tidak otomatis sama dengan ijazah SMA Indonesia karena penyetaraan harus melihat sistem pendidikan dan keseluruhan rekam belajar.

Ringkasnya…
  • O-Level adalah Singapore-Cambridge GCE Ordinary Level untuk pendidikan menengah di Singapura
  • Kemendikdasmen menyebut O-Level Gibran tidak diposisikan otomatis sebagai ijazah SMA Indonesia
  • N(T), N(A), dan O-Level secara historis berada pada jalur pendidikan menengah dengan tingkat tuntutan berbeda
  • A-Level berada pada tahap prauniversitas setelah pendidikan menengah
  • Mulai 2027 N-Level dan O-Level diganti SEC dengan level mata pelajaran G1, G2, dan G3
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Istilah O-Level Gibran kembali ramai dicari setelah dokumen pendidikan Wakil Presiden itu dibahas dalam sidang Mahkamah Konstitusi pada awal Oktober 2026.

Scroll Kebawah
Advertisement

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan permohonan penyetaraan pendidikan Gibran pada 2019 menilai rangkaian dokumen dari SLTP Negeri 1 Surakarta, Orchid Park Secondary School di Singapura, dan UTS Insearch di Australia.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Gogot Suharwoto menerangkan sertifikat O-Level tidak diposisikan otomatis sebagai ijazah SMA Indonesia.

“Sertifikat O-Level tidak diposisikan secara otomatis sebagai ijazah SMA Indonesia,” kata Gogot Suharwoto dalam sidang MK, Jumat, 2 Oktober 2026.

Dokumen itu dinilai sebagai salah satu bagian dari rekam pendidikan menengah, lalu tim penilai melihat kelanjutan pendidikan di Australia dan membandingkan hasil belajarnya dengan kompetensi dalam sistem pendidikan Indonesia.

Hasil penilaian ketika itu menyatakan riwayat pendidikan tersebut mempunyai kesesuaian dengan peminatan akuntansi dan keuangan pada jenjang sekolah menengah kejuruan.

Pada putusan 6 Oktober 2026, MK kemudian menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang menunjukkan penyelesaian pendidikan setara SMA atau sederajat dalam berkas yang diperiksa.

MK juga membedakan certificate of attendance dari bukti kelulusan. Penjelasan putusan tersebut sebelumnya telah dimuat Sulseltimes.com dalam berita mengenai pemeriksaan dokumen pendidikan Gibran.

Permohonan perkara tersebut pada akhirnya tidak dapat diterima karena para pemohon dinilai tidak memiliki kedudukan hukum.

Apa Itu O-Level di Singapura?

O-Level adalah singkatan dari Singapore-Cambridge General Certificate of Education Ordinary Level atau GCE O-Level.

Singapore Examinations and Assessment Board menjelaskan O-Level merupakan ujian nasional tahunan bagi kandidat sekolah dan kandidat privat di Singapura.

Ujian ini diselenggarakan bersama oleh Singapore Examinations and Assessment Board, Kementerian Pendidikan Singapura, dan Cambridge International Education.

Dalam sistem lama Singapura, siswa jalur Express umumnya menempuh pendidikan secondary selama empat tahun dan mengikuti O-Level pada akhir Secondary 4.

O-Level memakai sistem nilai sembilan tingkat.

Nilai A1 sampai C6 dikategorikan sebagai lulus mata pelajaran.

Sertifikat O-Level adalah kualifikasi hasil ujian.

Namun, ketika digunakan di negara lain, termasuk Indonesia, penentuan padanannya tetap mengikuti aturan penyetaraan pendidikan negara tersebut.

Urutan N-Level, O-Level, dan A-Level

N-Level, O-Level, dan A-Level sering dianggap sebagai jenjang yang berurutan seperti kelas satu sampai kelas tiga.

Anggapan itu tidak sepenuhnya tepat.

N(T), N(A), dan O-Level secara historis lebih dekat dengan jalur atau tingkat tuntutan pada pendidikan menengah, sedangkan A-Level berada sesudah pendidikan menengah pada tahap prauniversitas.

  • N(T)-Level atau Normal Technical lebih menekankan pembelajaran teknis dan praktis. Standarnya kini dipetakan ke level G1.
  • N(A)-Level atau Normal Academic memiliki penekanan akademik lebih kuat dan dipetakan ke level G2. Siswa tertentu sebelumnya dapat melanjutkan ke Secondary 5 untuk mengambil O-Level.
  • O-Level berada pada standar yang dulu terkait jalur Express dan kini dipetakan ke G3. Ujian ini lazim menjadi salah satu pintu menuju pendidikan pascasekunder.
  • A-Level adalah kualifikasi prauniversitas. Ujian ini umumnya ditempuh setelah dua tahun di junior college atau tiga tahun di Millennia Institute, dengan mata pelajaran H1, H2, dan H3.

Ada pula Integrated Programme selama enam tahun bagi siswa tertentu.

Jalur ini memungkinkan siswa melewati O-Level dan langsung menuju A-Level, International Baccalaureate, atau NUS High School Diploma.

Mulai 2027 N-Level dan O-Level Diganti SEC

Struktur pendidikan menengah Singapura sedang berubah melalui Full Subject-Based Banding.

Program ini telah diterapkan penuh sejak 2024 dan secara bertahap menghapus pemisahan jalur Express, Normal Academic, dan Normal Technical.

Mulai angkatan kelulusan 2027, N-Level dan O-Level digabung dalam Singapore-Cambridge Secondary Education Certificate atau SEC.

Dalam SEC, siswa mengikuti mata pelajaran pada level G1, G2, atau G3 sesuai kemampuan dan pilihan mata pelajarannya.

G1 dipetakan dari standar lama N(T), G2 dari N(A), dan G3 dari Express atau O-Level.

A-Level tetap berada pada tahap prauniversitas dan tidak digabung ke dalam SEC.

Apa Artinya dalam Kasus Pendidikan Gibran?

Kaitan O-Level dengan dokumen pendidikan Gibran terletak pada fungsi sertifikat itu sebagai bagian dari rekam pendidikan menengah yang pernah dinilai pemerintah Indonesia.

Menurut keterangan Kemendikdasmen di MK, penyetaraan pada 2019 tidak hanya berdiri pada satu sertifikat O-Level.

Tim penilai menelaah keseluruhan perjalanan pendidikan, termasuk dokumen dari Orchid Park Secondary School dan kelanjutan studi di UTS Insearch, kemudian membandingkan hasil belajar dengan kurikulum serta kompetensi nasional.

Karena itu, menyebut O-Level sebagai ijazah SMA Indonesia secara langsung juga tidak tepat.

O-Level adalah kualifikasi resmi dalam sistem Singapura, sedangkan kesetaraannya dengan SMA atau SMK Indonesia merupakan persoalan administratif yang dinilai berdasarkan dokumen, jenjang, kurikulum, kesinambungan studi, dan hasil belajar.

Hal lain yang perlu dibedakan adalah O-Level examination certificate dengan certificate of attendance.

O-Level certificate mencatat hasil ujian nasional pada tingkat menengah, sementara certificate of attendance pada dasarnya menerangkan keikutsertaan atau kehadiran dalam program tertentu dan tidak otomatis menjadi bukti kelulusan.

Perbedaan jenis dokumen inilah yang juga muncul dalam pertimbangan MK pada 6 Oktober 2026.

Bagi pembaca Indonesia, cara paling tepat memahami sistem ini adalah tidak menerjemahkan N-Level, O-Level, dan A-Level secara harfiah menjadi SMP, SMA, atau kuliah.

Yang perlu dilihat adalah posisi jenjangnya dalam sistem Singapura, standar mata pelajaran yang ditempuh, serta bagaimana lembaga berwenang melakukan penyetaraan ketika kualifikasi tersebut digunakan di Indonesia.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *