Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 09/10/2026 — Asuransi dan dana pensiun menahan 27,62% surat utang Republik Indonesia sebesar Rp137,4 triliun.
- Asuransi dan dana pensiun menahan 27,62% surat utang RI sebesar Rp137,4 triliun
- Pembelian SBN neto oleh asuransi dan dana pensiun hingga September Rp137,4 triliun, tumbuh 10,6%
- Lembaga institusi lainnya menahan Rp100,6 triliun, tumbuh 15,5%
- Total realisasi SBN neto hingga September Rp497,5 triliun
- Utang neto terealisasi Rp494,3 triliun (59,4% dari target)
Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto, dukungan investor institusi domestik dalam pembiayaan utang negara tetap kuat.
“Dukungan investor institusi domestik juga cukup kuat. Hingga September, asuransi dan dana pensiun melakukan pembelian SBN neto sebesar Rp137,4 triliun (tumbuh 10,6%), sementara lembaga lainnya Rp100,6 triliun (tumbuh 15,5%),” ucap Suminto, Jumat, 09/10/2026.
Kinerja Pembiayaan Utang
Hingga September, utang neto terealisasi mencapai Rp494,3 triliun, atau 59,4% dari target tahunan.
Realisasi SBN neto sama periode sebesar Rp497,5 triliun, sedangkan pinjaman neto menunjukkan nilai negatif sebesar Rp3,2 triliun.
Partisipasi Investor dan Lelang SBN
Bid to cover ratio untuk SUN mencapai 1,87 kali dan untuk SBSN 2,52 kali, menunjukkan minat yang kuat dalam lelang surat berharga negara.
Partisipasi investor asing juga aktif, dengan bid to cover ratio 1,9 kali untuk SUN dan 3,1 kali untuk SBSN, serta capital inflow pasar SBN sebesar Rp36,7 triliun hingga 7 Oktober.
Penerbitan SBN ritel mencapai total Rp124,32 triliun, terdiri dari dua seri SUN sebesar Rp54,44 triliun dan tiga seri SBSN sebesar Rp69,88 triliun.
Penerbitan SBN valas dalam empat mata uang (AS, Euro, Yen, Yuan) senilai US$14,76 miliar dengan bid to cover ratio 2,4 kali.















