Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 15/09/2026 — Industri asuransi Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif, namun tantangan inflasi medis dan rendahnya porsi perlindungan kesehatan masih menjadi PR besar.
- Total aset industri asuransi Rp 1.172,9 triliun per Juli 2026 atau tumbuh 1,59% yoy
- Premi bisnis baru asuransi jiwa tumbuh 11,5% menjadi lebih dari Rp 21 triliun
- Jumlah tertanggung naik 23,8% menjadi lebih dari 153 juta
- Ketergantungan biaya langsung masyarakat (out of pocket) masih tinggi
- Inflasi medis berpotensi mencapai 17% di 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri asuransi Indonesia per Juli 2026 mencapai Rp 1.172,9 triliun atau tumbuh 1,59% secara tahunan.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, menyebutkan kinerja positif industri asuransi juga terlihat dari sisi asuransi jiwa yang berhasil mencatatkan premi bisnis baru tumbuh 11,5% menjadi lebih dari Rp 21 triliun. Jumlah tertanggung juga naik 23,8% menjadi lebih dari 153 juta.
Di Prudential Indonesia sendiri, tercatat pertumbuhan premi sebesar 25% secara tahunan menjadi Rp 12,2 triliun sepanjang Semester I-2026. Angka ini, menurut Karin, mengindikasikan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan asuransi.
Tantangan Inflasi Medis dan Porsi Kesehatan
Meskipun demikian, industri asuransi masih menghadapi sejumlah tantangan dalam upaya menumbuhkan porsi asuransi kesehatan untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Ketergantungan biaya langsung masyarakat atau out of pocket masih tinggi. Ditambah lagi dengan persoalan naiknya inflasi medis yang berpotensi mencapai 17% di 2026.
Karin Zulkarnaen menggarisbawahi bahwa tantangan ini menjadi PR serius bagi industri agar perlindungan kesehatan bisa menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Selengkapnya, simak dialog Shania Alatas dengan Karin Zulkarnaen dalam acara Power Lunch, CNBC Indonesia.















