Bisnis

Klaim Rasio Asuransi Kredit Tembus 99,6 Persen Jelang Konsolidasi BUMN

Avatar of Sulsel Times
0
×

Klaim Rasio Asuransi Kredit Tembus 99,6 Persen Jelang Konsolidasi BUMN

Sebarkan artikel ini
Klaim Rasio Asuransi Kredit Tembus 99,6 Persen Jelang Konsolidasi BUMN
Klaim Rasio Asuransi Kredit Tembus 99,6 Persen Jelang Konsolidasi BUMN
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 04/09/2026 — Klaim rasio asuransi kredit di Indonesia menyentuh 99,6 persen per Juni 2026 seiring pemurnian bisnis menjelang konsolidasi asuransi BUMN di bawah BPI Danantara.

Ringkasnya…
  • Klaim rasio asuransi kredit naik ke 99,6 persen
  • Premi Rp9,32 triliun klaim Rp9,28 triliun
  • AAUI dan BPI Danantara
  • Per Juni 2026
  • Konsolidasi asuransi BUMN streamlining
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), premi asuransi kredit tercatat sebesar Rp9,32 triliun sementara nilai klaim mencapai Rp9,28 triliun. Selisih antara premi diterima dan klaim dibayarkan semakin menipis.

Scroll Kebawah
Advertisement

Wakil Ketua Bidang Statistik AAUI Heri Supriyadi menilai penurunan bisnis asuransi kredit dipicu oleh langkah streamlining yang dilakukan perusahaan di bawah naungan BPI Danantara. “Jadi mungkin saya bisa mengatakan bahwa trigger utamanya adalah karena streamlining. Jadi apa konsep yang diusung streamlining adalah bahwa nanti akan ada asuransi umum hanya satu, asuransi life hanya satu, terus asuransi penjaminan juga hanya satu,” kata Heri Supriyadi, Wakil Ketua Bidang Statistik AAUI, Jumat, 04/09/2026.

Bisnis Asuransi Kredit Diarahkan ke Sektor Penjaminan

Heri menjelaskan bisnis asuransi kredit akan dialihkan ke sektor penjaminan agar tidak bercampur dengan bisnis asuransi umum. Perusahaan asuransi umum diharapkan lebih fokus menjalankan fungsi inti sebagai penyedia perlindungan risiko non-keuangan.

Di sisi lain industri menghadapi tingginya risiko bisnis asuransi kredit. Perusahaan harus lebih selektif memilih portofolio kredit yang dijamin agar tetap menguntungkan. Sektor real estat dinilai masih menghadapi tekanan risiko kredit yang cukup tinggi.

Kondisi itu membuat perusahaan semakin berhati-hati dalam underwriting dan menerima risiko baru. Banyak perusahaan asuransi kini hanya bersedia melindungi debitur dari kelompok usaha induknya sendiri. Tawaran bisnis dari bank di luar kelompok cenderung dihindari karena memerlukan analisis kualitas kredit yang lebih mendalam.

Premi Industri Kontraksi Klaim Melonjak

Secara keseluruhan kinerja pendapatan premi industri asuransi umum tercatat terkontraksi 0,5 persen ke angka Rp58,19 triliun per Juni 2026. Di sisi lain klaim keseluruhan tercatat meningkat 29,2 persen ke angka Rp27,36 triliun.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *