Sulseltimes.com, Bandar Lampung, Jumat, 04/09/2026 — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar Lampung Financial Festival 2026 di Bandar Lampung untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, terkait tingkat pemahaman penjaminan simpanan di provinsi ini yang masih di bawah rata-rata nasional.
- Literasi penjaminan simpanan masyarakat Lampung tercatat 58,5%, di bawah rata-rata nasional 62,5%
- Hanya 46,3% masyarakat nasional yang mengetahui LPS sebagai lembaga penjamin simpanan
- Festival digelar di Novotel Bandar Lampung dan menargetkan 8.500 pengunjung
- Anggito Abimanyu, Ketua Dewan Komisioner LPS, memaparkan data literasi keuangan
- LPS menargetkan literasi Lampung melampaui rata-rata nasional pasca-festival
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menjelaskan, pemilihan Lampung sebagai lokasi festival bukan tanpa alasan. Berdasarkan pemetaan LPS, tingkat literasi penjaminan simpanan masyarakat Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional.
“Ini bukan tiba-tiba. Ini adalah program tahunan. Kami mengadakan semacam financial festival setahun dua kali,” kata Anggito dalam konferensi pers Lampung Financial Festival 2026, di Novotel Bandar Lampung.
Kesenjangan Literasi antara Nasional dan Lampung
Survei LPS menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat secara nasional mengenai adanya jaminan terhadap simpanan mencapai sekitar 62,5%. Artinya, sekitar enam dari 10 orang memahami bahwa dana yang disimpan di perbankan mendapatkan jaminan.
Namun, tingkat literasi masyarakat Lampung tercatat hanya sekitar 58,5%, lebih rendah dari angka nasional.
“Nasionalnya itu pengetahuan literasi tentang penjaminan simpanan total 62,5%. Jadi enam dari 10 orang itu memahami bahwa uang yang disimpan itu dijamin. Lampung itu 58,5%, jadi Lampung itu di bawah rata-rata nasional,” kata Anggito.
Dengan capaian tersebut, Lampung masuk dalam kelompok yang membutuhkan intervensi lebih besar untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Gap Pengetahuan tentang LPS sebagai Penjamin
Anggito menjelaskan, masih terdapat kesenjangan antara masyarakat yang mengetahui simpanannya dijamin dengan mereka yang memahami siapa lembaga yang memberikan jaminan tersebut.
Secara nasional, sekitar 62,6% masyarakat mengetahui bahwa simpanan di bank dijamin. Namun, tingkat masyarakat yang mengetahui bahwa penjaminan tersebut dilakukan oleh LPS hanya sekitar 46,3%.
“Mereka tahu 62% dijamin, tapi yang tahu kalau dijamin oleh LPS hanya 46,3%. Jadi ada gap yang tinggi yang harus kita lakukan lebih banyak intervensi program literasi,” ujar Anggito.
Melalui peningkatan pemahaman tersebut, LPS berharap masyarakat semakin mengetahui berbagai ketentuan terkait penjaminan simpanan, mulai dari jumlah simpanan yang dijamin, batas maksimal penjaminan, hingga jenis simpanan yang masuk dan tidak masuk dalam cakupan penjaminan.
“Kalau literasi baik, maka para nasabah deposan akan memahami berapa jumlah yang dijamin, berapa batas penjaminan, dan tahu mana yang dijamin dan tidak dijamin. Supaya dia lebih berhati-hati dalam menyimpan uangnya di bank,” jelasnya.
Target dan Evaluasi Pasca-Festival
LPS menargetkan peningkatan literasi masyarakat Lampung setelah pelaksanaan festival. Anggito menyebut target internal lembaganya adalah mendorong tingkat literasi tidak hanya meningkat dari posisi saat ini, tetapi juga melampaui rata-rata nasional.
“KPI-nya internal, tapi yang jelas harus meningkat dibanding yang ada sekarang dan harus lebih baik daripada rata-rata nasional,” katanya.
Untuk mengukur efektivitas program, LPS akan melakukan survei pasca-penyelenggaraan acara terhadap responden di Lampung melalui lembaga independen sebagai bagian dari evaluasi dampak program literasi.
“Setelah ini, kami akan melakukan survei terhadap responden di Lampung untuk menunjukkan apakah tingkat literasinya naik, dan sekaligus melakukan evaluasi melalui program ini,” katanya.
Anggito menambahkan, evaluasi serupa telah dilakukan dalam penyelenggaraan financial festival sebelumnya di Yogyakarta, dengan jumlah pengunjung yang hadir mencapai lebih dari 10.000 orang. Untuk Lampung Financial Festival 2026, jumlah pengunjung yang ditargetkan mencapai sekitar 8.500 orang.
Persiapan Perluasan Peran LPS ke Asuransi
Selain penjaminan simpanan, Anggito mengatakan ke depan LPS juga akan memperluas materi edukasi kepada masyarakat seiring rencana pelaksanaan program penjaminan polis asuransi.
Agenda literasi yang dilakukan LPS tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keamanan dana simpanan di perbankan, tetapi juga mempersiapkan masyarakat terhadap perluasan peran LPS di sektor asuransi.
LPS juga mendorong program agar setiap warga Indonesia memiliki rekening pribadi, mengingat setidaknya masih ada lebih dari 15 juta penduduk usia produktif yang belum memiliki rekening simpanan di bank. LPS sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan memiliki amanat untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Lampung Financial Festival 2026 diisi sejumlah kegiatan, termasuk business talks, educational class, stand up comedy, dan konser. Festival ini menjadi bagian dari rangkaian Financial Festival LPS yang sebelumnya telah digelar di Surabaya, Medan, dan Yogyakarta.













