Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 22/09/2026 — Investor individu di Indonesia memburu Surat Berharga Negara (SBN) seiring kinerja pasar saham yang kurang meyakinkan.
- 93.548 individu membeli seri SR025, jumlah terbanyak dalam sejarah
- Volume pemesanan mencapai level tertinggi dalam 10 tahun terakhir, dengan nilai penjualan Rp 29,77 triliun
- 23,07% investor SBN adalah investor baru, sebanyak 21.582 orang
- Minimum pemesanan ditetapkan Rp1 juta, maksimum Rp5 miliar untuk SR025T3 dan Rp10 miliar untuk SR025T5
- Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Suminto, menyatakan penerbitan didorong oleh permintaan tinggi
Alasan Investor Beralih ke SBN
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Suminto, mengatakan situasi instrumen keuangan lain seperti saham yang kurang kinclong meningkatkan daya tarik instrumen pendapatan tetap seperti SBN ritel.
Likuiditas yang melimpah dan literasi keuangan yang meningkat juga mendukung permintaan, sehingga SBN ritel dipandang sebagai instrumen yang kompetitif, bebas risiko, aman, dengan imbal hasil menarik dan fitur syariah yang memiliki pasar tersendiri.
Dampak dan Rencana Pemerintah
Penerbitan SR025 mencatat jumlah investor tertinggi dalam sejarah dengan 93.548 individu dan nilai penjualan Rp 29,77 triliun.
Pemerintah menetapkan batas minimum pemesanan Rp1 juta dan batas maksimum berbeda untuk setiap seri, yaitu Rp5 miliar untuk SR025T3 dan Rp10 miliar untuk SR025T5.
Suminto menyatakan penerbitan SBN ritel didorong oleh permintaan tinggi, likuiditas yang melimpah, dan literasi keuangan yang meningkat.
Kehadiran investor baru dan skala penerbitan yang lebih besar mencerminkan upaya pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik dan memperluas basis investor ritel.









