Hukum & PeristiwaBerita

Akmal Tewas Diserang Geng Motor Dekat Bandara, 20 Orang Diamankan

Avatar of Sulsel Times
0
×

Akmal Tewas Diserang Geng Motor Dekat Bandara, 20 Orang Diamankan

Sebarkan artikel ini
Sejumlah remaja berada di kantor polisi dalam dokumentasi pemeriksaan kasus penyerangan di Biringkanaya
Dokumentasi pemeriksaan polisi dalam kasus penyerangan di Biringkanaya. Foto kiriman.
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Senin, 5 Oktober 2026 — Polisi mengamankan 20 orang di Kabupaten Maros pada Senin dini hari terkait penyerangan diduga geng motor yang menewaskan mahasiswa Muh Akmal Makmur (24) di dekat Simpang Lima Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Ringkasnya…
  • Polisi mengamankan 20 orang di Maros pada 5 Oktober 2026
  • Penyidik masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan
  • Muh Akmal Makmur meninggal dan satu korban lain mengalami luka berat
  • Penyerangan terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19 pada 4 Oktober 2026
  • Korban diserang setelah sepeda motor yang ditumpangi terlibat kecelakaan
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Jafar Ahmad, mengatakan pengamanan dilakukan di sejumlah lokasi di Maros.

Scroll Kebawah
Advertisement

“20 orang yang diamankan namun penyidik masih mendalami peranan masing masing,” kata Jafar dalam keterangannya pada Senin, 5 Oktober 2026.

Orang-orang yang diamankan tersebut dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pengamanan ini menjadi perkembangan terbaru dalam penyelidikan serangan di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Selain menyebabkan Akmal meninggal dunia, penyerangan itu mengakibatkan seorang korban lain berinisial MF mengalami luka berat.

Korban diserang setelah sepeda motor bertabrakan

Foto korban (image blur) begal geng motor mandai.
Foto korban (image blur) begal geng motor mandai.

Menurut keterangan polisi, rangkaian kejadian bermula saat kelompok korban berkumpul di Jalan Daeng Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya.

Sekelompok pengendara kemudian mendatangi kawasan tersebut menggunakan sekitar 12 sepeda motor sambil membawa parang dan busur.

Kedatangan kelompok itu memicu perlawanan dari kelompok korban.

Kelompok korban selanjutnya mengejar rombongan tersebut ke arah Kabupaten Maros.

Akmal dan MF masing-masing dibonceng oleh rekannya dalam pengejaran itu.

Namun, saat tiba di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, sepeda motor yang ditumpangi keduanya bertabrakan.

Kecelakaan itu membuat kedua korban terjatuh dan tidak sempat menyelamatkan diri.

“Karena masih mengalami kecelakaan, kedua tidak sempat menyelamatkan diri,” kata Jafar dalam penjelasannya pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Kelompok yang semula bergerak ke arah Maros kemudian berbalik dan menyerang korban menggunakan senjata tajam serta busur.

Peristiwa penyerangan terjadi sekitar pukul 03.35 WITA di kawasan dekat perlimaan bandara.

Peran 20 orang masih didalami

Akmal meninggal di lokasi kejadian akibat luka berat yang dialaminya.

Jenazahnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan forensik.

Sementara itu, MF mengalami luka pada kepala dan punggung.

Berdasarkan keterangan polisi yang tersedia, korban tersebut menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit dr Tadjuddin Chalid Makassar.

Polisi masih mendalami keterlibatan masing-masing dari 20 orang yang diamankan dalam rangkaian penyerangan tersebut.

Jafar belum merinci peran setiap orang dalam keterangan terbaru itu.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *