Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 06/10/2026 — Fenomena downgrade lifestyle viral di media sosial dan kini menjadi gaya hidup di kalangan milenial maupun Gen Z.
- Fenomena downgrade lifestyle viral di media sosial
- Dipilih milenial dan Gen Z untuk ketenangan finansial
- Konsep ini juga dikenal dengan istilah downshifting
- Bukan sekadar tidak mampu, melainkan keputusan sadar mengurangi konsumsi
- Contoh sederhananya beralih dari mobil SUV ke mobil lebih murah
Tren ini dianggap lebih ampuh untuk mendukung ketenangan dan kenyamanan finansial.
Mereka mulai menurunkan standar konsumsi mereka.
Misal, dari mobil mahal ke mobil yang lebih sederhana.
Kendaraan tersebut setidaknya masih memiliki fungsi yang sama.
Bagi para penerapnya, fungsi barang lebih penting daripada gengsi.
Apa Itu Downgrade Lifestyle?
Downshifting bukan sekadar menurunkan standar atau tak mampu mempertahankan gaya hidup.
Ini lebih mengambil keputusan secara sadar untuk mengurangi konsumsi.
Pengurangan juga mencakup pendapatan, jam kerja, atau tanggung jawab tertentu.
Tujuannya adalah mendapatkan kehidupan yang dianggap lebih seimbang.
Downgrade lifestyle adalah pilihan menjalani hidup lebih sederhana.
Seseorang sebenarnya masih bisa membeli atau menggunakan sesuatu yang lebih mahal.
Misalnya, seseorang sebelumnya punya mobil SUV.
Kemudian memilih mobil yang lebih murah karena kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi.
Contoh lain, seseorang yang dulu hampir setiap hari makan di restoran.
Belakangan mulai lebih sering memasak di rumah.
Jadi, bukan sekadar tidak punya uang.
Situasi ini mengubah prioritas dalam menjalani hidup.











