Sulseltimes.com, Makassar, Selasa, 27 Oktober 2026 — Pemerintah menyiagakan 57.050 personel darat dan 61 armada udara untuk menangani karhutla di enam provinsi Sumatera dan Kalimantan.
- Personel dan armada mengacu data 26 Oktober 2026
- Operasi modifikasi cuaca memakai 14,3 ton bahan semai
- Data bahan semai dipantau hingga 23 Oktober
- Lahan dalam penanganan bukan total seluruh lahan terbakar
Keterangan BNPB pada 27 Oktober menyebut dukungan udara mencakup 24 pesawat patroli, CASA, dan operasi modifikasi cuaca serta 37 helikopter pengebom air.
Pemutakhiran jumlah personel dan armada tersebut bertanggal 26 Oktober 2026.
Sementara itu, penggunaan 14,3 ton bahan semai berasal dari data operasi modifikasi cuaca hingga 23 Oktober 2026.
Bahan semai digunakan dalam 15 penerbangan, masing-masing delapan penerbangan di Kalimantan Tengah dan tujuh di Sumatera Selatan.
Kalimantan Tengah menggunakan 7.200 kilogram bahan semai, sedangkan Sumatera Selatan 7.100 kilogram.
BNPB juga mencatat sekitar 4.382 hektare lahan masih dalam penanganan berdasarkan pembaruan 25 Oktober.
Angka tersebut merupakan luasan yang ditangani pada pembaruan itu, bukan akumulasi seluruh kebakaran sepanjang tahun.
Operasi modifikasi cuaca diarahkan untuk memperbesar peluang hujan dan tetap bergantung pada kondisi atmosfer.
Pemadaman darat serta pemantauan tetap dilakukan untuk menekan penyebaran api.















