Sulseltimes.com, Selasa, 27 Oktober 2026 — Pengelola situs yang menggunakan PHP tetap perlu memasang pembaruan keamanan meskipun telah memakai perlindungan web application firewall atau WAF.
- PHP2Shell mencakup dua kerentanan PHP
- WAF menjadi lapisan tambahan
- Pembaruan PHP tetap diperlukan
- Ketentuan perlindungan bergantung pada konfigurasi
Cloudflare menjelaskan mitigasi terhadap CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619 dalam publikasi 21 Oktober 2026.
Dua kerentanan yang disebut PHP2Shell itu dapat mengancam layanan, membuka data, atau memungkinkan eksekusi kode pada sistem rentan.
Perusahaan menyatakan pelanggan dengan WAF aktif memperoleh perlindungan bawaan terhadap pola eksploitasi yang telah dikenal.
Perlindungan tersebut bukan alasan menunda pemasangan patch pada PHP di server asal.
Pada pembaruan 23 Oktober, Cloudflare juga membahas kerentanan terkait CVE-2026-115560 pada fitur session upload progress.
Cakupan aturan WAF untuk celah terkait itu memiliki syarat konfigurasi, termasuk penggunaan nama field bawaan.
Pengelola perlu memeriksa versi PHP yang benar-benar berjalan, panduan vendor, konfigurasi WAF, dan hasil penerapan patch.
Jumlah percobaan serangan tidak disamakan dengan jumlah situs yang berhasil dibobol.
Penanganan sebaiknya dilakukan administrator atau penyedia hosting yang memahami konfigurasi layanan agar pembaruan tidak mengganggu operasi.














