Sulseltimes.com, Makassar, Selasa, 27 Oktober 2026 — Pemerintah menyiagakan 57.050 personel darat dan 61 armada udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi Sumatera dan Kalimantan.
- 57.050 personel darat disiagakan
- 61 armada udara dikerahkan
- OMC memakai 14,3 ton bahan semai
- Lahan yang ditangani mencapai 4.382 hektare
- Operasi terfokus di Sumatera dan Kalimantan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana menggunakan 14,3 ton bahan semai melalui operasi modifikasi cuaca untuk memperbesar peluang hujan dan mengurangi kabut asap.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan penyemaian dilakukan dalam 15 penerbangan berdasarkan pemantauan hingga 23 Oktober 2026.
Kalimantan Tengah menggunakan 7.200 kilogram bahan semai melalui delapan penerbangan, sedangkan Sumatera Selatan menggunakan 7.100 kilogram melalui tujuh penerbangan.
Operasi di Sumatera Selatan memperbaiki jarak pandang menjelang siang, sementara hujan ringan hingga sedang dilaporkan turun di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dan Kabupaten Kotabaru di Kalimantan Selatan.
Ribuan hektare masih ditangani
Data BNPB per 25 Oktober mencatat 3.392 hektare lahan di Kalimantan masih dalam penanganan.
Luasan tersebut terdiri atas 2.458 hektare di Kalimantan Tengah, 884 hektare di Kalimantan Barat, dan 52 hektare di Kalimantan Selatan.
Di Sumatera, lahan dalam penanganan mencapai sekitar 990 hektare yang tersebar di Sumatera Selatan, Jambi, dan kawasan Taman Nasional Way Kambas di Lampung.
Dukungan udara terdiri atas 24 pesawat patroli, CASA, dan operasi modifikasi cuaca serta 37 helikopter pengebom air.
Satgas darat dilengkapi selang, pompa portabel, pompa punggung, pemukul api, sepatu bot, dan radio komunikasi untuk mendukung pemadaman di lapangan.















