Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2026 — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026–2031 dilantik di Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, dengan prosesi baiat dipimpin Rais Aam KH Miftachul Akhyar.
- PBNU periode 2026–2031 dilantik
- KH Miftachul Akhyar memimpin baiat
- Gus Kikin membacakan keputusan kepengurusan
- Pelantikan berlangsung 24 Oktober 2026 di Jakarta Timur
- Pengurus berikrar menjalankan amanah organisasi
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin lebih dahulu membacakan keputusan pengesahan komposisi dan personalia kepengurusan sebelum baiat dimulai.
Keputusan itu bernomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026 dan mengatur kepengurusan untuk lima tahun mendatang.
Dalam prosesi tersebut, jajaran pimpinan berada di panggung sementara pengurus lainnya berdiri menghadap mereka.
Ikrar pengurus dan amanah organisasi
Miftachul Akhyar menjelaskan makna baiat sebagai penguatan komitmen spiritual dalam mengemban tanggung jawab organisasi.
“Baiat adalah inisiasi spiritual, janji setia,” kata Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat pelantikan, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Pembacaan dua kalimat syahadat mengawali baiat sebelum seluruh pengurus mengikuti ikrar yang dipandu Rais Aam.
Ikrar tersebut mencakup komitmen mempertahankan Pancasila dan UUD 1945, menegakkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah, serta mematuhi anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan peraturan organisasi NU.







