Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026 — Presiden Prabowo Subianto menargetkan penutupan 700 BUMN hingga Desember 2026 dengan memprioritaskan perusahaan yang tidak efisien dan terus merugi.
- Target penutupan mencapai 700 BUMN
- Sekitar 364 perusahaan disebut telah dibenahi
- Presiden menekankan efisiensi dan konsolidasi
- Disampaikan di Jakarta pada 22 Oktober 2026
- Pengelolaan aset diarahkan memberi manfaat bagi rakyat
Target itu disampaikan dalam sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.
Dalam keterangan tertulis kepresidenan mengenai sambutan tersebut, Prabowo menyebut sekitar 364 dari 1.074 perusahaan telah melalui konsolidasi, penutupan, dan perampingan.
“Sampai Desember yang akan datang, sasaran kita 700 akan kita tutup,” kata Presiden Prabowo Subianto, Kamis, 22 Oktober 2026.
Perusahaan merugi menjadi perhatian
Prabowo menyatakan pembenahan diarahkan kepada perusahaan yang tidak efisien, merugi, atau membuat laporan keuangan palsu.
Ia menginginkan pemerintah memusatkan perhatian pada BUMN yang menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Presiden mengaitkan langkah tersebut dengan perbaikan pengelolaan kekayaan negara sesuai amanat Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945.
Menurut Prabowo, pembenahan tata kelola membutuhkan proses dan konsistensi.
Angka sekitar 364 yang disampaikan Presiden mencakup beberapa bentuk pembenahan, sehingga tidak seluruhnya disebut sebagai perusahaan yang sudah ditutup.















