Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 21/10/2026 — Kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menurun, dengan survei SMRC mencatat tingkat kepuasan 44,5 persen pada Oktober 2026.
- Kajian Markdata atas survei lembaga anggota Persepi: rata-rata kepuasan publik turun dari 79,2 persen (Oktober–Desember 2025) menjadi 54,4 persen (Juli–September 2026)
- Bila survei lembaga non-Persepi ikut dihitung, rata-rata kepuasan turun dari 80,4 persen menjadi 63,1 persen
- Survei SMRC 1–10 Oktober 2026 mencatat kepuasan 44,5 persen, pertama kali di bawah 50 persen pada periode pemerintahan ini
- Penurunan terjadi dalam dua fase: Februari–Maret 2026 dan Mei–Agustus 2026
- Menurut Direktur Eksekutif Markdata Faisal Arief Kamil, penyebab utama terkikisnya dukungan adalah harga kebutuhan pokok
Kajian PT Markdata Riset Indonesia atas survei lembaga-lembaga anggota Persepi menunjukkan rata-rata kepuasan publik turun dari 79,2 persen pada Oktober–Desember 2025 menjadi 54,4 persen pada Juli–September 2026.
Apabila survei lembaga di luar Persepi ikut dihitung, rata-rata kepuasan publik turun dari 80,4 persen menjadi 63,1 persen.
SMRC Pertama Kali di Bawah 50 Persen
Survei SMRC pada 1–10 Oktober 2026 mencatat tingkat kepuasan sebesar 44,5 persen. Angka tersebut merupakan yang pertama di bawah 50 persen dalam pengukuran SMRC pada periode pemerintahan Prabowo-Gibran.
Dua Fase Penurunan Kepuasan
Fase penurunan pertama terjadi pada Februari–Maret 2026, bersamaan dengan gejolak pasar modal dan inflasi 4,76 persen; pada fase ini angka SMRC turun dari 81,2 persen menjadi 66,4 persen.
Fase kedua berlangsung pada Mei–Agustus 2026, yang ditandai kenaikan harga BBM nonsubsidi, kelangkaan LPG 3 kg, dan pelemahan rupiah.
“Dua tahun pemerintahan ini terbelah menjadi dua cerita. Tahun pertama adalah masa bulan madu dengan kepuasan di atas 80 persen. Tahun kedua, dukungan itu terkikis sekitar 25 poin, dan penyebab utamanya bukan politik, melainkan harga kebutuhan pokok,” kata Faisal Arief Kamil, Direktur Eksekutif Markdata, Rabu, 21 Oktober 2026.
Survei SMRC 1–10 Oktober 2026 menjadi pengukuran terbaru yang dicatat dalam kajian Markdata tersebut.














