Hukum & Peristiwa

Polisi Tangkap Empat Terduga Pelaku Pengeroyokan Tewasnya Aril di Pasar Lelong Makassar

Avatar of Sulsel Times
0
×

Polisi Tangkap Empat Terduga Pelaku Pengeroyokan Tewasnya Aril di Pasar Lelong Makassar

Sebarkan artikel ini
Polisi Tangkap Empat Terduga Pelaku Pengeroyokan Tewasnya Aril di Pasar Lelong Makassar
Polisi Tangkap Empat Terduga Pelaku Pengeroyokan Tewasnya Aril di Pasar Lelong Makassar
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Jumat, 16/10/2026 — Polisi menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap Aril alias Gimpe (22) yang meninggal setelah mengalami luka sabetan senjata tajam dalam tawuran di Pasar Lelong, Kecamatan Mariso, Makassar.

Ringkasnya…
  • Empat orang diduga pelaku pengeroyokan terhadap Aril alias Gimpe ditangkap oleh Polrestabes Makassar
  • Korban meninggal akibat luka sabetan senjata tajam di sejumlah bagian tubuh setelah tawuran di Pasar Lelong, Mariso
  • Kapolrestabes menegaskan tidak ada toleransi terhadap tindak pidana dan meminta kedua pihak menahan diri
  • Polisi meminta tokoh masyarakat, RT/RW, lurah, camat, dan orang tua membantu menenangkan situasi
  • Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui pemicu bentrokan dan melacak pihak lain yang mungkin terlibat
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah tawuran kemarin yang mengakuai satu korban meninggal.

Scroll Kebawah
Advertisement

“Jadi begini. Ini tawuran kan, kemarin begitu ada yang meninggal, kami sudah tangkap pelakunya tadi, 4 orang ya, pelaku pengeroyokan,” ujar Arya kepada awak media, Jumat, 16/10/2026.

Ia menegaskan bahwa hukum akan diberlakukan tanpa membedakan kelompok yang terlibat.

Detail Luka Korban

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Ahmad, membenarkan bahwa korban mengalami luka sabetan senjata tajam di jidat, pipi kanan, kepala, leher, punggung kiri, pinggang kiri, dada kanan, lengan kanan, hingga kaki kanan.

Luka tersebut ditemukan saat korban dibawa ke RS Stella Maris.

Motif dan Pemicu Tawuran

Menurut Jafar, bentrokan diduga bermula dari persoalan ketersinggungan sepeda motor kelompok Rajawali Kokolo Jia yang mendekati anggota Rajawali Rusun, memicu keributan yang berujur pada pengeroyokan.

Ia menambahkan bahwa dugaan tindak pidana dilakukan secara bersama‑sama oleh keempat tersangka yang saling membantu dalam penganiayaan terhadap korban.

Upaya Pencegahan dan Rekonsiliasi

Arya meminta kedua belah pihak menahan diri agar situasi keamanan tidak semakin memburuk dan agar tidak terjadi aksi balasan yang berpotensi menimbulkan korban baru.

Ia juga menegaskan bahwa upaya meredam konflik perlu melibatkan tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, pemerintah setempat, serta orang tua.

“Ini harus dibantu oleh tokoh masyarakat ya, RT, RW, lurah, camat ya, dengan apa namanya? orang tua mereka juga karena kebanyakan anak-anak juga ini ya,” jelasnya.

Polisi berharap dapat bekerja sama dengan masyarakat untuk menghentikan konflik yang berulang di kawasan Pasar Lelong.

Empat tersangka kini telah diproses hukum, sementara petugas masih menyelidiki pemicu bentrokan sekaligus memburu pihak yang diduga menyebabkan korban kehilangan nyawa.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *