Sulseltimes.com, Makassar, Jumat, 16 Oktober 2026 — WhatsApp dibajak dapat dipakai pelaku untuk menyamar sebagai orang yang dikenal dan meminta transfer, sehingga korban yang telanjur mengirim uang perlu segera menghubungi bank serta melapor melalui jalur resmi.
- Hentikan transfer lanjutan dan hubungi bank
- Simpan bukti transaksi serta percakapan
- Laporan IASC membantu koordinasi penanganan dana
- Laporan polisi tetap diperlukan untuk proses hukum
- Pengembalian dana tidak otomatis terjamin
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau korban penipuan transaksi keuangan segera melapor kepada Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) dengan melampirkan data dan dokumen pendukung.
Portal resmi IASC menjelaskan bahwa penanganan finansial melalui pusat tersebut berbeda dari proses pidana melalui laporan polisi.
Dalam modus penyamaran, kedekatan nama kontak dan foto profil dapat dimanfaatkan untuk membuat permintaan uang tampak meyakinkan.
Langkah setelah mengetahui transaksi merupakan penipuan
- Hentikan komunikasi transaksi dan jangan mengirim uang tambahan kepada pihak yang sama.
- Hubungi bank atau penyedia layanan pembayaran melalui kanal resminya untuk melaporkan dugaan penipuan dan meminta penanganan transaksi.
- Simpan bukti transfer, nomor rekening tujuan, waktu transaksi, serta tangkapan layar percakapan.
- Siapkan identitas pelapor dan kronologi kejadian secara runtut untuk laporan kepada IASC.
- Buat laporan polisi untuk mendukung penyelidikan serta penindakan terhadap pelaku.
Untuk menghindari kekeliruan alamat, pastikan nama domain portal yang dituju adalah iasc.ojk.go.id.
Nama domain itu merupakan alamat resmi, bukan tautan layanan pihak ketiga yang dikirim akun tidak dikenal.
OJK juga telah mengingatkan adanya situs yang mencatut nama IASC.
Jangan memasukkan data pribadi pada halaman yang hanya menyerupai layanan resmi.
Jika ada pihak menawarkan bantuan pengembalian dana dengan meminta kode rahasia akun, jangan menyerahkan kode tersebut.
Bedakan pelacakan dana dan pemulihan akun
Menurut IASC, laporan kepada pusat tersebut digunakan untuk koordinasi finansial agar bank atau penyedia jasa pembayaran dapat menunda transaksi dan menelusuri aliran dana.
Laporan polisi digunakan untuk proses hukum terhadap dugaan tindak pidana dan pelakunya.
Penanganan rekening penerima juga berbeda dari upaya memulihkan akun WhatsApp yang telah diambil alih.
Pemilik akun perlu mengikuti petunjuk pemulihan resmi aplikasi, sementara korban transfer tetap melaporkan transaksi kepada lembaga keuangan.
Untuk pencegahan, konfirmasi permintaan uang melalui saluran lain yang sebelumnya sudah diketahui milik orang tersebut.
Jangan menjadikan nama kontak, foto profil, atau pesan bernada mendesak sebagai satu-satunya dasar melakukan transfer.
Pelaporan cepat membantu proses penanganan, tetapi dana yang kembali bergantung pada hasil penelusuran dan ketersediaan dana yang masih dapat diamankan.














