Hukum & Peristiwa

TNI AL Amankan 4.364 Kartrid Vape Diduga Berisi Narkotika

Avatar of Sulsel Times
0
×

TNI AL Amankan 4.364 Kartrid Vape Diduga Berisi Narkotika

Sebarkan artikel ini
TNI AL Amankan 4.364 Kartrid Vape Diduga Berisi Narkotika
TNI AL Amankan 4.364 Kartrid Vape Diduga Berisi Narkotika
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 12/10/2026 — Tim gabungan TNI Angkatan Laut dan petugas keamanan pelabuhan mengamankan 4.364 kartrid cairan rokok elektrik yang diduga mengandung narkotika di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan.

Ringkasnya…
  • 4.364 kartrid vape diamankan di Pelabuhan Bakauheni
  • Barang bukti diperkirakan bernilai Rp34,9 miliar
  • Kartrid disembunyikan di balik keripik singkong dalam bus ALS
  • Narco test menunjukkan indikasi narkotika, menunggu uji laboratorium
  • Dugaan potensi paparan 13.092–21.820 orang dan penghematan biaya rehabilitasi Rp11,19–18,65 miliar
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Komandan Kodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia mengatakan, pengungkapan ini bermula dari informasi intelijen mengenai dugaan pengiriman cairan vape yang mengandung etomidate melalui jalur penyeberangan Bakauheni.

Scroll Kebawah
Advertisement

Operasi ini melibatkan Satuan Tugas Intelijen Maritim Pusat Intelijen TNI Angkatan Laut, Tim Fleet Information Quick Response Pangkalan TNI AL Lampung, dan Tim Pengamanan Objek Vital Nasional ASDP Bakauheni.

Detail Penemuan

Petugas memeriksa bus ALS bernomor polisi BK 7571 UA yang melayani rute Medan–Tangerang.

Di bagian bagasi ditemukan tiga kardus berisi keripik singkong yang menyembunyikan ribuan kartrid.

Kartrid terdiri atas merek Yakuza XL warna ungu, Yakuza XL warna merah, dan Batman warna hitam.

Dampak dan Penyelidikan

Hasil narco test menunjukkan indikasi narkotika, namun uji laboratorium resmi masih ditunggu.

Uki memperkirakan pengungkapan ini berpotensi mencegah paparan narkotika terhadap 13.092 hingga 21.820 orang.

Pencegahan peredaran barang tersebut diperkirakan menghemat biaya rehabilitasi sebesar Rp11,19 miliar hingga Rp18,65 miliar.

Petugas masih mendalami keterlibatan pengemudi bus dan menelusuri identitas pengirim paket.

Barang bukti disimpan di Markas Komando Pangkalan TNI AL Lampung sambil menunggu hasil uji laboratorium.

Setelah pemeriksaan selesai, barang bukti akan diserahkan ke instansi penegak hukum yang berwenang.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *