Sulseltimes.com, Makassar, Minggu, 11/10/2026 — Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar mendalami dugaan hubungan peredaran narkoba di Kampung Borta, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, dengan jaringan yang lebih luas.
- Polisi menyebut Borta berpotensi berkaitan dengan jaringan yang pernah diungkap
- Hubungan langsung dengan jaringan internasional masih didalami
- Sebanyak 104 orang diamankan dalam operasi; 98 orang disebut positif berdasarkan pemeriksaan awal
- Polisi menilai kawasan itu lebih banyak menjadi lokasi permintaan atau penggunaan narkoba
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar AKBP Lulik Febyantara mengatakan penyidik masih menelusuri asal barang bukti dan hubungan para pihak yang diamankan.
“Kalau nanya Borta masuk jaringan mana, ya dia pasti masuk semua jaringan yang pernah kita ungkap,” kata Lulik sebagaimana diberitakan media pada 11 Oktober 2026.
Pernyataan itu disampaikan sebagai gambaran potensi keterkaitan. Polisi belum mengumumkan kesimpulan penyidikan yang membuktikan hubungan langsung Borta dengan satu sindikat tertentu.
Hubungan dengan jaringan internasional belum disimpulkan
Polrestabes Makassar sebelumnya mengungkap jaringan peredaran narkoba yang menurut kepolisian memiliki pemasok dari Malaysia dan Thailand, termasuk jaringan yang disebut Joker.
Lulik mengatakan barang bukti dari operasi di Borta masih diperiksa untuk mengetahui apakah berkaitan dengan jaringan tersebut.
Karena proses itu belum selesai, penyebutan jaringan internasional harus dipahami sebagai dugaan yang sedang didalami, bukan hubungan yang telah dipastikan.
Hasil awal operasi di Borta
Dalam operasi terakhir, polisi menyebut 104 orang diamankan. Sebanyak 98 orang dinyatakan positif narkoba berdasarkan pemeriksaan awal.
Polisi menilai kawasan Borta lebih banyak berada pada sisi permintaan atau pengguna. Penilaian tersebut masih perlu dilengkapi dengan pemeriksaan barang bukti, peran masing-masing orang, dan alur distribusi.
Penetapan status hukum setiap orang tetap bergantung pada hasil pemeriksaan dan bukti yang diperoleh penyidik.
Kepolisian juga menyatakan jaringan peredaran narkoba terus mengubah pola, jalur distribusi, dan cara pemasaran setelah sejumlah pelaku ditangkap. Penelusuran asal barang dan hubungan antarpelaku menjadi bagian penting dari penyidikan lanjutan.















