Berita

Wali Kota Munafri Usulkan Greenhouse IoT dan Cold Storage ke Komisi IV DPR RI

Avatar of Sulsel Times
0
×

Wali Kota Munafri Usulkan Greenhouse IoT dan Cold Storage ke Komisi IV DPR RI

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Munafri Usulkan Greenhouse IoT dan Cold Storage ke Komisi IV DPR RI
Wali Kota Munafri Usulkan Greenhouse IoT dan Cold Storage ke Komisi IV DPR RI
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Senin, 08/06/2026 — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengusulkan greenhouse berbasis Internet of Things (IoT) dan cold storage dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Makassar. Usulan itu disampaikan dalam forum reses penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pangan yang digelar di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulsel.

Ringkasnya…
  • Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin
  • Lahan pertanian Makassar kurang dari 1.500 hektare
  • Komisi IV DPR RI, Pemerintah Kota Makassar
  • Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan
  • Penguatan ketahanan pangan melalui teknologi pertanian modern
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Greenhouse IoT untuk Lahan Terbatas

Munafri menyebut luas lahan pertanian di Makassar saat ini tidak lebih dari 1.500 hektare. Menurutnya, kota dengan lahan terbatas membutuhkan pendekatan berbeda dalam membangun ketahanan pangan.

Dia mengusulkan pembangunan greenhouse berbasis Internet of Things (IoT). Teknologi smart greenhouse ini secara otomatis mengendalikan faktor lingkungan seperti suhu dan kelembapan.

“Karena kami tidak memiliki banyak lahan pertanian, maka dibutuhkan teknologi pertanian yang maksimal. Greenhouse berbasis IoT menjadi solusi yang tepat karena tidak terlalu terpengaruh kondisi cuaca dan dapat berjalan berdampingan dengan pertanian konvensional,” kata Munafri, Sabtu, 06/06/2026.

Cold Storage untuk Stabilitas Pasokan

Selain teknologi budidaya, Munafri juga mengusulkan penguatan infrastruktur penyimpanan pangan. Dia menekankan pentingnya gudang penyimpanan dan cold storage sebagai buffer stock.

“Kota seperti Makassar membutuhkan storage yang memadai dan cool storage untuk komoditas yang mudah rusak. Ini penting untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat,” ujar Munafri.

Usulan ini disampaikan dalam forum yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan. Turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Kepala BRMP Sulsel Fadjry Djufri, serta perwakilan petani dan nelayan.

Komitmen Lindungi Lahan Pertanian

Dalam kesempatan yang sama, Munafri menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar melindungi lahan pertanian yang tersisa. Dia menyebut Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Makassar akan segera rampung.

“Insyaallah bulan depan RDTR Kota Makassar selesai. Seluruh lahan pertanian yang ada sekarang tidak boleh sama sekali dikonversi menjadi lahan ekonomi,” tegasnya.

Munafri juga mengusulkan pengembangan tanaman sagu di sepanjang bantaran sungai. Sagu dinilai berpotensi sebagai sumber pangan alternatif dan cadangan jangka panjang.

“Kami mendorong penanaman kembali pohon sagu di bantaran sungai. Selain menjaga kawasan sungai, sagu juga dapat menjadi salah satu sumber pangan yang mendukung ketahanan pangan daerah,” jelasnya.

Dukungan untuk RUU Pangan

Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan mengapresiasi masukan dari pemerintah daerah dan masyarakat petani. Menurutnya, masukan itu penting untuk penyusunan RUU Pangan yang sesuai kebutuhan lapangan.

“Kami ingin memastikan kebijakan nasional yang akan disusun mampu mencerminkan kebutuhan serta realitas daerah, khususnya terkait sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan,” ujar Ahmad Yohan, Sabtu, 06/06/2026.

Forum reses ini juga membahas dampak perubahan iklim, gangguan rantai pasok global, dan ancaman penyusutan lahan pertanian. Pemerintah Kota Makassar berencana memperkuat kerja sama dengan daerah penyangga produksi pangan untuk menjaga stok dan stabilitas harga.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *