Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 08/06/2026 — Microsoft memperkenalkan Project Solara, sebuah sistem operasi berbasis Android yang dirancang khusus untuk menjalankan AI agent atau agen kecerdasan buatan.
Project Solara diumumkan dalam ajang Microsoft Build 2026 yang berlangsung di San Francisco, California.
- Project Solara
- OS khusus AI agent berbasis Android
- Microsoft Build 2026
- San Francisco
- Mengubah cara interaksi perangkat dari aplikasi ke AI agent
Project Solara: OS Khusus AI Agent
Berbeda dengan Android, iOS, atau Windows yang berpusat pada aplikasi, Project Solara dirancang untuk menjalankan AI agent.
Microsoft menyebut Solara sebagai platform “chip-to-cloud” dan solusi siap pakai untuk membangun perangkat yang mengutamakan AI agent.
Secara teknis, Project Solara dibangun menggunakan Android Open Source Project (AOSP).
Microsoft menegaskan bahwa Solara bukan Android dalam pengertian umum karena tidak menggunakan paket Android berlisensi Google.
Nama platform dasarnya adalah Microsoft Device Ecosystem Platform.
Visi di Balik Project Solara
Corporate Vice President dan Technical Fellow Applied Sciences Group Microsoft, Steven Bathiche, mengatakan bahwa bentuk perangkat komputasi selalu berubah mengikuti kebutuhan manusia.
“Ketika memikirkan komputer, biasanya kita membayangkan sesuatu yang sudah familiar, seperti laptop, ponsel, atau mungkin tablet,” kata Bathiche, Sabtu, 06/06/2026.
“Namun komputasi tidak pernah benar-benar berhenti berkembang. Teknologi ini terus bergerak semakin dekat dengan manusia, semakin dekat dengan pekerjaan, dan semakin dekat dengan momen ketika ia bisa memberikan nilai paling besar,” imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap generasi perangkat baru tidak serta-merta menggantikan perangkat lama.
“Mainframe tidak hilang ketika PC hadir. PC tidak hilang ketika ponsel hadir. Ponsel tidak hilang ketika jam tangan pintar hadir. Setiap bentuk perangkat baru menjadi lebih spesifik, lebih dekat dengan penggunanya, dan lebih sesuai untuk kebutuhan tertentu,” ujarnya.
Berdasarkan pemikiran tersebut, Microsoft menilai AI agent membutuhkan platform baru yang berbeda dari PC maupun smartphone.
Perangkat Konsep yang Diperkenalkan
Microsoft memperlihatkan dua perangkat konsep dalam presentasi yang menjadi bagian dari pidato pembukaan CEO Microsoft, Satya Nadella.
Kedua perangkat itu dibangun menggunakan komponen dari Qualcomm dan MediaTek.
Perangkat pertama berbentuk seperti speaker pintar yang dirancang untuk ditempatkan di meja kerja.
Perangkat ini menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk membuka akses dan dapat menampilkan file Windows, kalender pengguna, maupun berbagai AI agent.
Perangkat kedua berbentuk lebih kecil dan portabel, menyerupai kartu identitas atau lanyard.
Perangkat tersebut dilengkapi kamera dan pemindai sidik jari.
Dalam demonstrasi, perangkat ini digunakan tenaga kesehatan untuk mengakses data pasien secara cepat.
Microsoft juga menunjukkan skenario pekerja gudang yang menggunakan perangkat tersebut untuk mengirim informasi pelacakan paket.
Ketersediaan dan Mitra
Project Solara saat ini masih berada pada tahap konsep dan belum tersedia sebagai produk komersial.
Microsoft menyebut Solara sebagai fondasi bagi perangkat “agent-first”, yakni perangkat yang dirancang sejak awal untuk AI agent, bukan aplikasi.
Untuk menguji konsep tersebut, Microsoft telah menggandeng sejumlah organisasi untuk program percontohan, termasuk AccuWeather, Best Buy, CVS Health, dan Target.
Jika visi Microsoft terwujud, pengguna di masa depan mungkin tidak lagi bergantung pada aplikasi seperti yang dikenal sekarang, melainkan berinteraksi langsung dengan AI agent melalui berbagai perangkat khusus.














