Berita

Lima pendaki tersambar petir di Gunung Marolo Maros, satu orang tewas

Avatar of Sulsel Times
0
×

Lima pendaki tersambar petir di Gunung Marolo Maros, satu orang tewas

Sebarkan artikel ini
Lima pendaki tersambar petir di Gunung Marolo Maros, satu orang tewas
Lima pendaki tersambar petir di Gunung Marolo Maros, satu orang tewas
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Maros, Kamis, Mei 28, 2026 — Lima pendaki tersambar petir saat berada di puncak Gunung Monrolo, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Satu pendaki tewas dalam insiden tersebut.

Ringkasnya…
  • Fauzan (25) tewas tersambar petir
  • Empat pendaki lainnya selamat
  • Sambaran terjadi saat korban mengambil gambar di puncak
  • Gunung Monrolo memiliki medan terjal dan berbatu
  • Evakuasi berlangsung sekitar 3 jam 30 menit
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kronologi Sambaran Petir di Puncak Monrolo

Peristiwa nahas itu terjadi saat lima pendaki berusaha mencapai puncak Gunung Monrolo.

Cuaca tiba-tiba berubah ekstrem dan hujan deras mengguyur kawasan gunung setempat.

Meski kondisi tidak mendukung, para korban tetap mengambil gambar dokumentasi di puncak.

Naas, petir langsung menyambar dan mengenai mereka.

Empat orang selamat dari sambaran tersebut.

Sementara satu pendaki bernama Fauzan, 25 tahun, warga Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, Maros, dinyatakan meninggal dunia.

“Empat orang dinyatakan selamat sementara satu orang meninggal dunia atas nama Fauzan umur 25 tahun warga Desa Bonto Tallasa Kecamatan Simbang Maros” kata Kepala Basarnas Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar, Rabu, Mei 27, 2026.

Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi Malam Hari

Informasi kejadian diterima Basarnas Makassar dan tim SAR gabungan segera bersiap melaksanakan evakuasi.

Sebanyak 22 personel diterjunkan ke lokasi.

Tim gabungan terdiri dari Basarnas, Damkar Maros, BPBD Maros, SAR Universitas Hasanuddin, Saukang Explore, TRC Teman Berlibur Indonesia, PMI Maros, Potensi SAR, serta warga setempat.

Tim langsung melakukan pendakian malam untuk mengevakuasi para korban.

Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Gunung Monrolo memiliki ketinggian sekitar 1.109 meter di atas permukaan laut.

Gunung ini dikenal memiliki kontur batuan yang terjal dan curam.

“Gunungnya terjal dan berbatu. Ada beberapa titik yang mengharuskan tim menggunakan tali karena medan yang sangat curam. Kendala teknis ini membuat tim membutuhkan waktu ekstra dalam proses evakuasi” ucap Arif, Rabu, Mei 27, 2026.

Jenazah Korban Berhasil Dievakuasi

Tim gabungan kedua yang berjumlah 20 personel dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi.

Setelah melalui proses evakuasi selama kurang lebih 3 jam 30 menit, jenazah korban berhasil dibawa turun ke kaki gunung.

Jenazah langsung dievakuasi ke Puskesmas Tompobulu menggunakan ambulans.

Dengan berhasilnya evakuasi seluruh korban, Operasi SAR dinyatakan ditutup.

Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing.

Gunung Monrolo merupakan salah satu tempat favorit bagi para pendaki di Sulawesi Selatan.

Insiden ini menjadi pengingat bagi para pendaki untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem saat mendaki gunung.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *