Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 12/07/2026 — Perang Timur Tengah masih menjadi sentimen yang mempengaruhi pasar keuangan global, namun normalisasi mulai terjadi di beberapa bursa utama. Investor global kini mulai mengalihkan fokus ke perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.
- Perang Timur Tengah
- Normalisasi pasar global
- Farash Farich, CIO BNI Asset Management
- Jakarta
- Investor beralih ke AI dan semikonduktor
Normalisasi Pasar Global di Tengah Konflik Timur Tengah
Chief Investment Officer BNI Asset Management, Farash Farich, menyebutkan perkembangan perang Timur Tengah masih menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan pasar keuangan global.
Meski demikian, mulai terjadi normalisasi di pasar keuangan global termasuk pasar Amerika Serikat, Korea, dan China terkait isu Timur Tengah.
“Perkembangan perang Timur Tengah masih menjadi sentimen yang mempengaruhi pasar keuangan global,” kata Farash Farich, Chief Investment Officer BNI Asset Management, Minggu, 12/07/2026.
Menurut Farich, investor saat ini mulai lebih sibuk mencermati isu terkait perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, semikonduktor, dan turunannya.
Fokus Investor Bergeser ke Teknologi
Farich menjelaskan bahwa meskipun konflik Timur Tengah masih menjadi perhatian, investor global mulai mengalihkan perhatian ke sektor teknologi dan AI.
Hal ini terlihat dari normalisasi yang terjadi di pasar-pasar utama seperti AS, Korea, dan China.
Farash Farich memberikan pandangannya dalam wawancara dengan Andi Shalini dalam program Squawk Box CNBC Indonesia.
Strategi pengelolaan dana manajer investasi pun harus menyesuaikan dengan perubahan sentimen dalam dan luar negeri. Pergerakan rupiah yang masih bergejolak turut menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.









