InternasionalBerita

Dua ABK Asal Luwu Hilang Setelah Ledakan Kapal Tugboat Musaffah 2 di Selat Hormuz

Avatar of Sulsel Times
13
×

Dua ABK Asal Luwu Hilang Setelah Ledakan Kapal Tugboat Musaffah 2 di Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
Kapal Tug Boat hilang di selat Hormuz
Kapal Tug Boat hilang di selat Hormuz. Dok ist.
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Selasa 10 Maret 2026 – Dua anak buah kapal (ABK) asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, yakni Kapten Miswar Maturasi dan Sirajuddin, masih dalam proses pencarian setelah kapal tugboat Musaffah 2 berbendera Uni Emirat Arab (UEA) meledak dan tenggelam di perairan Selat Hormuz pada Kamis, 6 Maret 2026.

Ringkasnya…
  • Kapal Musaffah 2 meledak di Selat Hormuz pada 6 Maret 2026 pukul 02.00 dini hari
  • 2 ABK asal Luwu Sulsel: Kapten Miswar Maturasi & Sirajuddin masih hilang
  • 1 WNI selamat dengan luka bakar di RS Khasab Oman
  • KBRI UEA & Oman koordinasi pencarian dengan otoritas lokal
  • Penyebab ledakan masih diselidiki, keluarga tunggu kabar
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat, di wilayah antara UEA dan Oman.

Kapal tersebut sedang mempersiapkan penarikan kapal kontainer Safin Prestige yang mengalami kerusakan.

Kronologi Insiden Ledakan Kapal Musaffah 2

Kapal tugboat Musaffah 2 berangkat dari Ras Al Khaimah, UEA, untuk mendekati kapal kontainer yang rusak.

Saat bersiap melakukan towing, tiba-tiba terjadi ledakan hebat yang membuat kapal terbakar.

Api dengan cepat meluas hingga kapal akhirnya tenggelam di salah satu jalur pelayaran tersibuk dunia.

Kapal ini memiliki tujuh awak dari berbagai negara, termasuk empat WNI sebagai ABK dan satu WNI teknisi di kapal kontainer.

Satu WNI selamat tapi mengalami luka bakar parah dan dirawat di Rumah Sakit Khasab, Oman.

Tiga WNI lainnya, termasuk dua asal Luwu, belum ditemukan meski pencarian terus dilakukan.

Otoritas UEA dan Oman masih menyelidiki penyebab pasti ledakan tersebut.

KBRI Abu Dhabi dan Muscat berkoordinasi intensif dengan pihak berwenang setempat serta perusahaan Safeen Prestige.

Identitas Korban Asal Luwu Sulawesi Selatan

Dua ABK hilang berasal dari Kabupaten Luwu.

Kapten Miswar Maturasi berdomisili di Desa Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan.

Ia memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di dunia pelayaran.

Sirajuddin, berusia 43 tahun, bertugas sebagai engineering kapal.

Istri Sirajuddin, Sri Dwi Aisyah, mengonfirmasi identitas suaminya setelah bertemu keluarga Miswar.

Kedua korban diketahui melalui informasi dari rekan kerja dan perusahaan.

Respons Keluarga dan Komunikasi Terakhir

Keluarga Miswar di Luwu menunggu kabar dengan cemas.

Sumarlin Ahmad, kerabat Miswar, menyampaikan komunikasi terakhir korban dengan istri pada Rabu sebelum insiden.

“Menurut istrinya, sehari sebelumnya disampaikan bahwa dia akan melakukan pelayaran, cuman secara ininya saya kurang ngerti, cuma disampaikan dia akan melakukan pelayaran untuk mengambil kapal mereka. Disampaikan itu memakan waktu sekitar seharian,” ujar Sumarlin.

Komunikasi itu menyebut rencana pelayaran memakan waktu seharian.

Pada Kamis sekitar pukul 01.00 WITA, istri Miswar mengirim pesan yang centang biru tapi tak dibalas.

Sri Dwi Aisyah mendapat info dari rekan suami bahwa kapal diduga diserang bom, meski belum dikonfirmasi.

Keluarga berharap proses pencarian segera membuahkan hasil.

Upaya Pencarian dan Koordinasi Pemerintah

Kementerian Luar Negeri RI melalui Plt Direktur Pelindungan WNI, Heni Hamidah, memantau situasi ketat.

Perwakilan RI di UEA dan Oman bekerja sama dengan otoritas lokal untuk evakuasi dan investigasi.

Pencarian difokuskan di perairan Selat Hormuz yang strategis secara global.

Belum ada kepastian mengenai penyebab ledakan, termasuk spekulasi konflik regional.

Dubes RI untuk UEA, Yudha Nugraha, menunggu hasil resmi penyelidikan.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *