Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 11/07/2026 — Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) Rachmad Basuki menyebut kelangkaan dan kenaikan harga bahan baku impor akibat pelemahan rupiah membuat biaya produksi komponen otomotif meningkat. Namun GIAMM tetap optimistis terhadap prospek pasar dalam negeri dan siap mendukung proyek mobil nasional yang direncanakan pemerintah.
- Kelangkaan dan kenaikan bahan baku impor
- Biaya produksi komponen otomotif meningkat
- Sekjen GIAMM Rachmad Basuki
- Pelemahan nilai tukar rupiah
- Industri komponen otomotif siap dukung mobil nasional
Optimisme di Tengah Kenaikan Biaya Produksi
Rachmad Basuki mengakui bahwa kenaikan ongkos produksi sudah dirasakan oleh para pelaku industri komponen otomotif dalam beberapa bulan terakhir.
Pelemahan rupiah membuat harga bahan baku impor semakin mahal dan pasokan semakin terbatas.
Meski demikian, GIAMM masih melihat pasar dalam negeri sebagai prospek besar yang menjanjikan bagi industri komponen.
“Kami tetap optimistis karena permintaan dalam negeri masih tinggi dan pemerintah terus mendorong pengembangan industri otomotif nasional,” kata Rachmad Basuki dalam Manufacture Check CNBC Indonesia, Sabtu, 11/07/2026.
Kesiapan Industri Komponen untuk Mobil Nasional
GIAMM menyatakan siap mendukung penuh rencana pengembangan mobil nasional yang digagas oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Rachmad memastikan industri komponen dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan produksi mobil nasional, baik dari sisi kualitas maupun volume.
Produksi komponen otomotif Indonesia bahkan sudah berhasil menembus pasar ekspor, menunjukkan daya saing yang cukup tinggi di tingkat global.
“Kami sudah memiliki pengalaman memproduksi suku cadang untuk berbagai merek kendaraan internasional, jadi tidak perlu diragukan lagi kapasitasnya,” ujarnya.
Tantangan dari Produk China
Rachmad juga mengakui bahwa industri komponen dalam negeri menghadapi persaingan ketat dari produk asal China.
China memiliki skala produksi yang jauh lebih besar sehingga harga produk mereka lebih kompetitif di pasar global maupun domestik.
Untuk menghadapi tantangan itu, GIAMM mendorong adanya kebijakan yang mendukung penguatan industri lokal, termasuk insentif bagi produsen komponen nasional.
“Kami perlu kebijakan yang adil agar industri dalam negeri bisa bersaing, terutama dalam proyek mobil nasional,” kata Rachmad.
Prospek dan Harapan ke Depan
GIAMM berharap proyek mobil nasional dapat memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan industri komponen otomotif di Indonesia.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan pelaku industri, pengembangan mobil nasional bisa menjadi katalis bagi peningkatan investasi dan penyerapan tenaga kerja di sektor ini.
Rachmad menegaskan bahwa industri komponen siap berkolaborasi dengan semua pihak demi mewujudkan kemandirian otomotif nasional.







