Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 10/07/2026 — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menguat pada akhir pekan ini, memicu spekulasi apakah kurs bisa kembali ke level Rp17.000 per dolar AS dalam waktu dekat.
- Rupiah menguat ke Rp18.045
- Indeks dolar AS melemah 0,11% ke 100,788
- Ekonom Bank BTN Myrdal Gunarto
- Syarat tekanan global mereda dan harga minyak turun ke US$70 per barel
- Proyeksi rupiah di Rp17.600
Peluang Rupiah ke Level Rp17.000
Ekonom Bank BTN Myrdal Gunarto mengatakan rupiah bisa kembali ke bawah Rp18.000 jika sejumlah syarat terpenuhi.
“Kalau mau balik di bawah Rp 18.000 syaratnya ya tekanan global mereda, perang beneran selesai, harga minyak juga turun di bawah 70 dolar per barrel, dan pandangan investor global terhadap Indonesia juga balik normal lagi,” kata Myrdal saat dihubungi, Jumat, 10/07/2026.
Myrdal menambahkan jika kombinasi kondisi itu tercipta, rupiah berpotensi menguat hingga Rp17.600 per dolar AS.
“Nah kalau itu udah terjadi ya saya rasa sih investor akan balik dan bikin rupiah kembali menguat sih ke level di bawah Rp 18.000,” ujar Myrdal. “Karena proyeksi kita di level sekitar Rp 17.600.”
Pergerakan Rupiah Hari Ini
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di posisi Rp18.045 per dolar AS, terapresiasi 0,14% pada Jumat, 10/07/2026.
Penguatan ini membalikkan posisi rupiah yang sempat berada di level terlemah dalam sebulan terakhir.
Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak di rentang Rp18.045 hingga Rp18.075 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah 0,11% ke level 100,788, memberikan angin segar bagi rupiah.
Pelemahan dolar AS terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran serta pergerakan harga minyak dunia yang menjadi perhatian pelaku pasar.
Kondisi global yang masih tidak menentu membuat pergerakan rupiah ke depan sangat bergantung pada meredanya tekanan geopolitik dan harga komoditas, terutama minyak.















