Sulseltimes.com, Sinjai, Minggu, 12/07/2026 — OJK Sulselbar bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar edukasi keuangan bagi keluarga nelayan di Desa Tongke-Tongke, Sinjai. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir agar mampu mengelola keuangan secara bijak.
- Edukasi keuangan untuk keluarga nelayan
- 1.403 agen Laku Pandai di Sinjai
- OJK Sulselbar dan KKP
- Desa Tongke-Tongke, Sinjai, Minggu 12 Juli 2026
- Meningkatkan ketahanan finansial dan kewaspadaan terhadap investasi ilegal
Puluhan Ibu Rumah Tangga Nelayan Ikuti Edukasi
Kegiatan diikuti oleh puluhan ibu rumah tangga dari keluarga nelayan.
Materi yang disampaikan mencakup perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran rumah tangga, serta pentingnya menabung.
Peserta juga diajarkan menyusun rencana keuangan untuk kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang.
Waspada Investasi Ilegal dan Pinjaman Online
OJK memberikan pemahaman tentang ciri-ciri investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan modus penipuan digital.
Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang legal dan terdaftar.
“Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan,” kata Moch Muchlasin, Kepala OJK Sulselbar, Minggu, 12/07/2026.
“Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keuangan keluarga secara berkelanjutan,” jelasnya.
Perluasan Akses Melalui Agen Laku Pandai
OJK juga memperkenalkan layanan Agen Laku Pandai sebagai perpanjangan perbankan hingga ke pedesaan.
Di Kabupaten Sinjai, terdapat 1.403 agen yang terdiri dari 1.169 Agen BRILink, 91 Mandiri Agen, 93 BSI Smart, dan 50 Agen46.
Layanan ini memudahkan masyarakat membuka rekening, melakukan transaksi, pembayaran, dan layanan keuangan lainnya secara aman dan terjangkau.
OJK berharap kegiatan ini dapat meningkatkan ketahanan finansial keluarga nelayan dan mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Ke depan, OJK Sulselbar akan terus bersinergi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku jasa keuangan untuk memperluas program literasi dan inklusi keuangan hingga ke wilayah pesisir, pedesaan, dan kelompok rentan.







