Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, 09/07/2026 — Arief Rosyid, Ketua Angkatan Muda Syekh Yusuf Al-Makassari, mengajak generasi muda meneladani tiga nilai utama dari Syekh Yusuf Al-Makassariy. Nilai tersebut meliputi semangat menuntut ilmu, keberanian mengamalkan ilmu, dan komitmen membangun peradaban melalui meritokrasi.
- Arief Rosyid ungkap tiga keteladanan Syekh Yusuf
- Semangat ilmu, amal, dan meritokrasi
- Arief Rosyid, Ketua Angkatan Muda Syekh Yusuf Al-Makassari
- Dialog Budaya Haul 400 Tahun di UIN Alauddin Makassar, Kamis 09/07/2026
- Generasi muda diajak meneladani karakter Syekh Yusuf
Semangat Menuntut Ilmu Sejak Muda
Arief Rosyid mengatakan keteladanan pertama adalah keberanian Syekh Yusuf meninggalkan kenyamanan demi mencari ilmu. Syekh Yusuf meninggalkan kampung halaman sebelum berusia 18 tahun.
“Syekh Yusuf sangat haus akan ilmu dan berani keluar dari zona nyaman,” kata Arief Rosyid, Ketua Angkatan Muda Syekh Yusuf Al-Makassari, Kamis, 09/07/2026. “Anak muda harus terus belajar dan jangan pernah berhenti menuntut ilmu.”
Keberanian Mengamalkan Ilmu
Keteladanan kedua adalah kemampuan Syekh Yusuf memadukan spiritual dengan aksi nyata. Syekh Yusuf tidak hanya dikenal sebagai ulama dan mursyid tarekat, tetapi juga tampil di garis depan memperjuangkan nilai-nilai yang diyakininya.
“Ilmu tidak cukup dipelajari, harus diamalkan,” ujar Arief. Ia mengutip pesan Syekh Yusuf bahwa ilmu adalah cahaya dan amal adalah kunci. Iman, ilmu, dan amal merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Komitmen Membangun Peradaban Melalui Meritokrasi
Keteladanan ketiga adalah semangat meritokrasi. Syekh Yusuf tidak mengandalkan privilege atau nama besar. Ia membuktikan diri melalui ilmu, perjuangan, dan karya.
Arief berharap semangat ini dihidupkan kembali agar lahir generasi berprestasi berdasarkan kapasitas, bukan latar belakang keluarga. “Nilai seperti inilah yang harus menjadi budaya bagi generasi muda dan masyarakat Sulawesi Selatan,” tegas Arief.
Harapan bagi Generasi Muda Sulsel
Dialog budaya ini merupakan rangkaian Festival Aksara Lontaraq Vol. VII 2026. Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar. Acara menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar, Rektor UIN Alauddin Makassar Hamdan Juhannis, serta tokoh lainnya.
Arief Rosyid berharap generasi muda Sulawesi Selatan dapat meneladani perjuangan Syekh Yusuf. Ia mengajak anak muda untuk terus belajar, berani mengamalkan ilmu, dan berkontribusi bagi peradaban.











