Sulseltimes.com, Makassar, Minggu, 12/07/2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sekitar 53 ribu jiwa berpotensi terdampak bencana kekeringan yang telah menyebar di 173 titik di enam kecamatan.
- 53.000 jiwa berpotensi terdampak
- 173 titik kekeringan di 6 kecamatan
- Kepala BPBD Makassar M Fadli Tahar
- Makassar, Sulawesi Selatan
- Distribusi bantuan air bersih prioritas untuk warga pengguna air tanah
Sebaran Kekeringan di Enam Kecamatan
BPBD Makassar mengungkapkan kekeringan meluas ke 6 kecamatan dan 27 kelurahan.
Hasil asesmen tersebut menjadi dasar penentuan prioritas penanganan dan distribusi bantuan air bersih.
“Berdasarkan hasil asesmen BPBD Kota Makassar terdapat sekitar 53 ribu jiwa yang berpotensi terdampak bencana kekeringan,” kata Kepala BPBD Makassar M Fadli Tahar, Minggu, 12/07/2026.
BPBD mencatat 173 titik kekeringan berdampak pada 12.717 rumah tinggal.
Sebanyak 14.564 kepala keluarga atau 50.342 jiwa telah terdampak akibat kekeringan tersebut.
Dari total warga terdampak, sebanyak 24.192 jiwa laki-laki dan 26.150 jiwa perempuan.
Kecamatan Biringkanaya menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 14.787 jiwa.
Kecamatan tersebut memiliki 58 titik kekeringan di 4 kelurahan, mencakup 4.084 rumah, 4.247 KK, dan 14.787 jiwa.
Kecamatan Tallo mencatat 36 titik kekeringan di 4 kelurahan dengan 2.862 rumah, 3.884 KK, dan 13.762 jiwa terdampak.
Di Kecamatan Tamalanrea, BPBD menemukan 27 titik kekeringan yang tersebar di 6 kelurahan.
Wilayah ini mencatat 2.922 rumah, 3.018 KK, dan 9.947 jiwa terdampak.
Kecamatan Manggala memiliki 29 titik kekeringan di 4 kelurahan yang berdampak pada 1.959 rumah, 2.263 KK, atau 7.610 jiwa.
Kecamatan Ujung Tanah mencatat 17 titik kekeringan di 5 kelurahan dengan dampak 645 rumah, 842 KK, dan 2.921 jiwa.
Kecamatan Panakkukang menjadi wilayah dengan jumlah titik kekeringan paling sedikit, yakni 6 titik di 4 kelurahan.
Kekeringan di Panakkukang berdampak pada 245 rumah, 310 KK, dan 1.324 jiwa.
Prioritas Penanganan dan Bantuan
Fadli mengatakan sekitar 50 persen dari 53 ribu jiwa yang berpotensi terdampak diperkirakan sudah merasakan dampak secara langsung.
Kelompok tersebut didominasi warga yang mengandalkan air tanah sebagai satu-satunya sumber air bersih.
“Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 50 persen masyarakat telah terdampak secara langsung, terutama warga yang selama ini mengandalkan air tanah sebagai satu-satunya sumber air bersih,” ujarnya.
BPBD memprioritaskan penanganan kepada masyarakat yang bergantung pada air tanah.
Sebab, kelompok tersebut mengalami penurunan ketersediaan air paling signifikan dibanding wilayah yang masih mendapat pasokan PDAM.
“Oleh karena itu, intervensi penanganan saat ini diprioritaskan kepada masyarakat yang bergantung pada sumber air tanah, karena kelompok inilah yang mengalami penurunan ketersediaan air paling signifikan,” jelasnya.
Wilayah yang memperoleh pasokan air dari jaringan PDAM masih berada dalam kondisi relatif aman.
“Wilayah yang memperoleh pasokan air dari jaringan PDAM masih berada dalam kondisi relatif aman dan belum menjadi prioritas utama penyaluran bantuan air bersih,” tambahnya.
Fadli mengungkapkan BPBD terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi sumber air baku.
Apabila cuaca kering terus berlanjut, cadangan air PDAM diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 30 hari ke depan.
“Apabila kondisi cuaca kering seperti saat ini terus berlanjut, maka cadangan air PDAM diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 30 hari ke depan. Oleh karena itu, langkah-langkah antisipatif dan kesiapsiagaan terus disiapkan untuk menghindari meluasnya dampak kekeringan terhadap masyarakat,” bebernya.
Masyarakat saat ini masih memanfaatkan sumber air dari air tanah, PDAM, dan Pamsimas.
Kebutuhan paling mendesak adalah penyediaan tandon air dan air bersih bagi warga terdampak.
Untuk mendukung penanganan, BPBD Makassar menyiapkan 4 unit mobil pikap, 57 unit tandon air, 4 unit pompa air, dan 180 personel.
Distribusi bantuan air bersih direncanakan menjangkau 173 titik distribusi sesuai hasil kaji cepat periode 1 Juni hingga saat ini.









